Key Discussion: Wamenekraf: Kisah Tokoh Bangsa Adalah Kekayaan Intelektual Bernilai Tinggi untuk Ekonomi Kreatif
Wamenekraf: Kisah Tokoh Bangsa Adalah Kekayaan Intelektual Bernilai Tinggi untuk Ekonomi Kreatif
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menyatakan bahwa kisah perjalanan tokoh bangsa berpotensi menjadi kekayaan intelektual berharga untuk memajukan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Pernyataan ini dilontarkan dalam acara peluncuran buku biografi “Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas” di Jakarta, Sabtu. Buku tersebut menggambarkan kontribusi Satya Widya Yudha, seorang tokoh yang memberikan pengaruh signifikan di bidang energi nasional.
“Kisah tokoh bangsa bukan hanya sejarah, tetapi juga aset intelektual yang strategis untuk pengembangan bangsa,” ujar Wamenekraf.
Irene Umar menegaskan bahwa narasi tentang perjalanan hidup pemimpin dapat diadaptasi menjadi karya kreatif yang menginspirasi generasi muda. Hal ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, biografi tokoh bangsa seperti Satya Widya Yudha menjadi sumber motivasi bagi masyarakat luas, dengan isu-isu kompleks seperti transformasi energi disajikan secara lebih mudah dipahami melalui format film, konten digital, atau bentuk kreatif lainnya.
Satya Widya Yudha sendiri menjelaskan bahwa bukunya mencatat perjalanannya dalam sektor energi, melewati masa tujuh presiden dan bekerja sama dengan sebelas Menteri ESDM. Pengalamannya mencakup karir di bidang migas, legislatif, hingga posisi di Dewan Energi Nasional (DEN). Beliau berharap karya ini dapat mewariskan catatan penting sejarah energi nasional, termasuk perjuangan pembangunan LNG Tangguh di Papua, sebagai literasi untuk masa depan.
Peluncuran biografi ini menjadi momentum untuk mendorong penulis dan penerbit Indonesia meningkatkan produktivitas. Tujuannya adalah merekam profil tokoh nasional agar memperkaya literatur berkualitas. Acara tersebut diselenggarakan oleh Listrik Indonesia Forum sebagai bagian dari diskusi bertajuk “Indonesia Energy Outlook in The Midst of Global Politics Dynamics”, yang mengupas tantangan ketahanan energi dalam konteks dinamika politik global.
Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, akar budaya kuat menjadi fondasi utama penguatan Ekonomi Kreatif Indonesia. Ia menekankan pentingnya inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi dengan generasi muda. Irene Umar menambahkan bahwa bahasa dan literasi berperan penting dalam mengungkapkan gagasan serta menghasilkan karya kreatif yang kompetitif.
JAFF Content Market, bagian dari JAFF Market 2025, menjadi wadah kolaborasi yang mengumpulkan kreator, produser, studio, penerbit, serta investor dalam satu ruang. Wamenekraf menekankan peran strategis kolaborasi kreator global untuk memperluas promosi produk kreatif Indonesia ke pasar internasional.
Dalam wawancara terpisah, Irene Umar menjelaskan bahwa sinergi antara kekayaan intelektual tokoh bangsa dan kekuatan ekonomi kreatif adalah kunci kemajuan bangsa. Kedua sektor ini dianggap saling mendukung dalam menjaga stabilitas nasional. Peningkatan dokumentasi kisah-kisah tokoh bangsa, kata beliau, juga berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.