Key Issue: OMK Timika Gelar Tablo Penyaliban Yesus Kristus, Maknai Jumat Agung Penuh Haru
OMK Timika Gelar Tablo Penyaliban Yesus Kristus, Maknai Jumat Agung Penuh Haru
Sejumlah anggota Orang Muda Katolik (OMK) Timika menghadirkan narasi kisah penyaliban Yesus Kristus melalui pertunjukan teatrikal pada Jumat Agung 3 April 2026. Acara ini bertujuan untuk menggali makna pengorbanan Sang Kristus dan mengajak umat Katolik merenungkan pesan perdamaian yang terkandung dalam peristiwa tersebut.
Prosesi tablo dimulai di gedung Tongkonan milik Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Mimika di Jalan Sam Ratulangi, sebelum para peserta menyusuri jalanan Yos Sudarso dan Busiri. Aktivitas berakhir di halaman Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan Timika, dengan adegan visual yang menggambarkan penangkapan Yesus di Taman Getsemani, pemikulan salib, hingga penyaliban di Bukit Golgota.
“Drama ini bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan ajakan untuk memahami perjalanan penderitaan Yesus Kristus sebagai pengorbanan untuk keselamatan umat manusia,” ungkap Pastor Gabriel Ngga OFM, Paroki Santo Stefanus Sempan Timika.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anggota OMK Timika untuk menghayati iman mereka secara lebih mendalam. Pastor Gabriel menekankan bahwa partisipasi aktif dalam tablo ini juga menjadi bentuk peran penting bagi generasi muda dalam membawa damai ke tengah masyarakat yang beragam.
Dalam suasana khusyuk, ratusan umat Katolik mengikuti prosesi tablo dengan hati yang penuh haru. Beberapa di antara mereka meneteskan air mata sebagai bentuk penghayatan mendalam terhadap peristiwa agung yang diperingati. Aktivitas ini menunjukkan kepekaan iman jemaat terhadap makna spiritual Jumat Agung.
Perayaan Jumat Agung tidak hanya digelar oleh Gereja Katolik, tetapi juga diikuti oleh gereja-gereja Protestan di Timika. Di Gereja Katedral Tiga Raja, panitia Paskah 2026 menyiapkan tenda di sekitar bangunan untuk menampung jumlah umat yang datang. Meski hujan deras mengguyur kota, kehadiran jemaat tetap padat dan antusias.
Selain itu, Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Para Pelaut Mentok mengajak umat Katolik Kaltara merenungkan penderitaan Yesus melalui rangkaian ibadah Paskah. Di Gereja Robertus Bellarminus Cililitan, visualisasi Jalan Salib menjadi sarana refleksi spiritual yang mendalam. Gereja Katedral Jakarta juga menggelar ‘Jalan Salib Kreatif’ dengan tema ‘Lux in Nihilo’ untuk menegaskan makna sengsara Yesus dari perspektif Petrus.