Key Issue: SAR Bengkulu Turunkan Tim Cari Nelayan Hilang Akibat Kapal Karam di Pantai Pasir Putih
SAR Bengkulu Turunkan Tim Cari Nelayan Hilang Akibat Kapal Karam di Pantai Pasir Putih
Kantor SAR Bengkulu meluncurkan operasi pencarian untuk menemukan nelayan yang dilaporkan hilang setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di Pantai Pasir Putih. Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 5 April 2026, di perairan Kota Bengkulu, yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem. Delapan personel SAR Bengkulu, didukung oleh polisi, TNI, dan BPBD, kini fokus pada upaya menemukan korban yang terjebak di laut.
Menurut laporan, kejadian memulai sekitar pukul 16.20 WIB ketika badai dan hujan deras menghantam kapal nelayan. Dua orang di dalam kapal, kata Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, hanya satu yang berhasil selamat dan melaporkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian memberi informasi awal pada pukul 16.35 WIB, memicu respons cepat dari SAR Bengkulu.
“Lokasi pencarian berada sekitar 7,69 kilometer dari KPP Bengkulu, membuat area yang ditelusuri cukup menantang,” ujar Mega Maysilva.
Kondisi cuaca yang tidak menentu masih menghambat proses operasi. Hujan deras membatasi jarak pandang, sementara arus laut kuat dan gelombang tinggi menjadi ancaman bagi keselamatan tim. Meski begitu, semua pihak terus berupaya maksimal untuk menemukan nelayan yang hilang sebelum situasi memburuk.
Operasi ini melibatkan peralatan canggih seperti kendaraan darat, alat SAR air khusus, dan sistem komunikasi efektif. Perahu karet menjadi alat vital dalam menyisir area perairan luas. Peralatan medis juga disiapkan di lokasi untuk siap digunakan jika korban ditemukan.
Masyarakat Bengkulu mengharapkan nelayan yang hilang segera ditemukan dalam kondisi aman. Tim SAR terus memberikan pembaruan terkini mengenai perkembangan operasi, sementara kekhawatiran keluarga korban masih tinggi. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi dorongan penting dalam mendukung upaya pencarian.