Key Strategy: Angin Puting Beliung Rejang Lebong Rusak 30 Rumah di Desa Sumber Urip

Angin Puting Beliung Hantam Desa Sumber Urip, 30 Rumah Rusak Berat

Pada hari Sabtu siang, Desa Sumber Urip di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, disergap angin puting beliung yang menerjang dengan kekuatan luar biasa. Akibatnya, sebanyak 30 unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, meskipun kerugian material cukup signifikan.

Kondisi dan Lokasi Kerusakan

Sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang mengguncang wilayah Desa Sumber Urip. Dusun III dan IV menjadi titik utama kerusakan, dengan 11 dan 19 rumah yang terkena dampak, masing-masing. Tingkat kerusakan bervariasi, dari ringan hingga parah, yang memerlukan perbaikan segera.

Desa Sumber Urip berada di kaki Gunung Api Bukit Kaba, membuatnya rentan terhadap cuaca ekstrem. Intensitas hujan lebat dan angin kencang sering terjadi, memperparah kondisi infrastruktur.

Tanggap Darurat BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong langsung bertindak setelah menerima laporan. Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Koordinasi erat terjalin dengan TNI/Polri, Dinas Sosial, kecamatan, serta perangkat desa setempat.

Bantuan logistik awal berupa 20 lembar terpal disalurkan guna menutupi atap rumah yang rusak, memberikan perlindungan sementara dari cuaca buruk. Upaya ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bisa terpenuhi secara optimal.

Kesiapsiagaan dan Mitigasi

Pemerintah daerah menegaskan kesiapsiagaan penuh di lapangan, termasuk pemantauan cuaca dan kesiapan tim penyelamat. Langkah ini menjadi prioritas menghadapi musim penghujan. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana serupa.

M. Budianto, Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, mengatakan bahwa edukasi mitigasi bencana terus digalakkan. “Kesiapsiagaan warga dan pemerintah adalah kunci mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *