Key Strategy: ASDP Respons Cepat Atasi Kepadatan Arus Kendaraan di Ketapang Gilimanuk
ASDP Respons Cepat Atasi Kepadatan Arus Kendaraan di Ketapang Gilimanuk
Untuk menghadapi lonjakan jumlah kendaraan di jalur Ketapang-Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis dan kolaboratif. Perusahaan ini fokus pada efisiensi penyeberangan dengan mengatur distribusi kendaraan ke area yang sesuai, terutama untuk mengurangi hambatan pada proses bongkar muat.
Peningkatan arus kendaraan, khususnya truk logistik, tercatat signifikan saat arus balik Lebaran 2026. ASDP Indonesia Ferry melalui operasional yang teroptimalkan, menerapkan pola muatan yang lebih terarah. Dermaga 1, 2, dan 3 kini dialokasikan untuk mobil pribadi, sepeda motor, dan bus, sementara Dermaga 4 serta LCM digunakan khusus untuk truk berat.
“Komitmen kami adalah menjaga kelancaran operasional, bahkan di tengah kepadatan yang meningkat,” ujar Windy Andale, Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Ia menambahkan, upaya ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberangkatan kendaraan kecil tidak terganggu.
Strategi ASDP juga mencakup penguatan fasilitas pendukung, termasuk buffer zone yang difungsikan sebagai titik tunggu awal. Area Pusri menjadi buffer untuk 150 truk sumbu tiga, sementara Bulusan mampu menampung hingga 600 unit truk campuran. Kedua zona ini membantu mencegah penumpukan langsung di kawasan utama pelabuhan.
Hingga Jumat (3/4), antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) mencapai sekitar 7 kilometer. Dominasi truk logistik mencerminkan tingginya volume pengiriman barang. Meski demikian, alur kendaraan dari tollgate ke dermaga tetap berjalan lancar, dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 35 menit.
Dengan menyiapkan 34 kapal, ASDP berupaya memaksimalkan kapasitas angkut dan mempercepat proses penyeberangan. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kelancaran lalu lintas, sekaligus mengurangi konflik antar jenis kendaraan di pelabuhan. Arief Eko, General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga ritme layanan kapal sesuai jadwal.