Key Strategy: Berkah Dapur MBG, Usaha Ayam Potong di Karanganyar Pasok 2,3 Ton Daging Segar per Hari
Berkah Dapur MBG, Usaha Ayam Potong di Karanganyar Pasok 2,3 Ton Daging Segar per Hari
UD Syafina di Desa Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi salah satu pemasok utama daging ayam segar di wilayah tersebut. Dengan bantuan program Makan Bergizi Gratis (MBG), usaha ini tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga memberi dampak langsung pada perekonomian peternak lokal.
Kerja keras di UD Syafina semakin intensif akhir-akhir ini. Suana, yang sibuk mengelola proses pemotongan, mengawasi tim yang aktif membersihkan ayam yang telah disembelih serta memotong dan menimbang produk tersebut. Aktivitas di lokasi ini tak pernah sepi, dengan produksi yang terus meningkat seiring partisipasi dalam MBG.
Produksi Meningkat, Kualitas Tetap Diutamakan
Johan Ferdian, pemilik UD Syafina, menjelaskan bahwa seluruh tahap pemotongan dilakukan sesuai prinsip syariat Islam. Ia menekankan kepatuhan dalam salat lima waktu sebagai syarat memilih penyembelih. “Biasanya, kita memotong sekitar 2 ton ayam per hari. Namun, sejak program MBG berjalan, produksi kami naik sekitar 300 kg, sehingga totalnya mencapai 2,3 ton per hari,” katanya, seperti dilansir pada Sabtu (11/4).
“Alhamdulillah, sejak MBG, ada peningkatan dua karyawan. Karena kita harus beroperasi lebih cepat, pemotongan lebih banyak, dan upaya yang dikeluarkan pun meningkat,” tambah Johan.
Program MBG juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dengan peningkatan pesanan, UD Syafina memperluas jaringan pasokan dari peternak lokal di Karanganyar, Wonogiri, dan Boyolali. Johan berharap MBG terus berjalan agar ia bisa menyalurkan daging segar ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya, yang diharapkan meningkatkan penjualan dan pendapatan usaha.
Kebijakan Pemda dan Kebutuhan Pasokan
Menjelang Ramadan 1447 H, pelaku usaha di Bangka Belitung menambah 20 ton stok daging ayam Babel untuk antisipasi permintaan yang meningkat. Pemerintah juga melakukan hilirisasi ayam terintegrasi di enam daerah, untuk memperkuat swasembada protein nasional dan menjaga pasokan pangan berkelanjutan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah 25 ton pasokan daging ayam, sementara Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan Rp2,8 miliar untuk Kawasan Peternakan di Campaka. Proyek ini bertujuan memenuhi kebutuhan daging lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Polresta Bandarlampung mendirikan SPPG 03 di Rajabasa sebagai bentuk dukungan program MBG. Selama Ramadan, daging ayam segar ini juga disalurkan sebagai hidangan berbuka puasa bagi santri dan warga. Namun, kebijakan alokasi dana Rp500 juta per hari untuk Dapur MBG memicu perdebatan di kalangan publik.