Key Strategy: BMKG Pastikan Objek Bercahaya di Langit Malang Puing Roket, Bukan Rudal

BMKG Pastikan Objek Bercahaya di Langit Malang Puing Roket, Bukan Rudal

Kabupaten Malang menjadi sorotan setelah warganya melihat benda bercahaya yang melintas di langit pada Sabtu (11/4) malam. Awalnya, fenomena ini memicu berbagai teori yang beredar di media sosial, termasuk kemungkinan objek tersebut adalah rudal. Namun, BMKG mengklarifikasi bahwa benda bercahaya tersebut adalah sisa roket antariksa yang terbakar saat masuk atmosfer Bumi.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa objek bercahaya tersebut termasuk dalam fenomena yang disebut “space jellyfish”. Ia menyatakan bahwa analisis awal menunjukkan kemungkinan besar benda tersebut adalah puing dari roket yang mengorbit.

“Objek yang terlihat di langit Malang tidak merupakan rudal, melainkan sisa roket yang terbakar saat turun ke bumi,” kata Ricko Kardoso.

Menurut Ricko, efek “space jellyfish” terjadi karena asap buangan roket memantulkan cahaya matahari di ketinggian tinggi, menciptakan jejak bercahaya yang terlihat jelas di langit gelap. Fenomena ini sering kali ditemukan di daerah yang dekat dengan khatulistiwa, karena banyak satelit mengorbit di sana.

BMKG juga memperkirakan bahwa objek serupa pernah terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Lampung pada 4 April dan Natuna di Kepulauan Riau pada 9 April lalu. Penampakan ini dianggap sebagai kejadian alami yang tidak menimbulkan bahaya.

Puing Antariksa di Langit Cianjur

Sementara itu, masyarakat Cianjur dihebohkan oleh kilatan cahaya misterius pada Kamis (22/1) malam. Tapi, Balai Besar TNGGP memastikan bahwa kejadian tersebut tidak terkait aktivitas Gunung Gede-Pangrango.

“Warga Malang selatan dibuat bingung oleh fenomena langit yang diduga rudal pada pukul 18.46 waktu setempat,” tulis akun @malang_kidulan dalam unggahannya di Instagram.

Di sisi lain, Profesor Astronomi BRIN menyatakan bahwa benda bercahaya di Lampung dan Banten sebelumnya adalah sampah antariksa, bukan meteor atau objek lain. Beberapa rekaman menunjukkan bahwa benda tersebut pecah menjadi bagian-bagian kecil di udara.

Dalam peristiwa serupa di Cirebon, Jawa Barat, suara dentuman keras dan cahaya merah terlihat. Alat pengamatan Gunung Ciremai mencatat suara tersebut, menunjukkan bahwa objek misterius itu adalah meteor yang jatuh di Laut Jawa setelah melintasi Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya.

BMKG terus memantau setiap laporan untuk memberikan informasi akurat. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terburu-buru jika menemukan fenomena serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *