Key Strategy: Dukcapil DKI Jakarta: Hampir 35 Persen Pendatang Jakarta Cari Kerja Usai Lebaran

Dukcapil DKI Jakarta: Hampir 35 Persen Pendatang Jakarta Cari Kerja Usai Lebaran

Pola Migrasi ke Jakarta Berubah Pasca-Lebaran

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta merilis laporan yang menunjukkan bahwa sekitar 35 persen pendatang baru yang tiba di kota metropolitan tersebut pada masa pasca-Lebaran memiliki tujuan utama mencari pekerjaan. Angka ini didominasi oleh kelompok usia produktif serta latar belakang pendidikan di bawah SMA.

Fenomena ini menggambarkan kembali daya tarik Jakarta sebagai pusat ekonomi yang menjadi incaran banyak orang. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa dominasi usia produktif dalam kelompok pendatang menegaskan pentingnya peluang kerja sebagai pendorong utama migrasi.

“Faktor pencarian kerja sangat kuat, terutama di kalangan usia produktif yang memilih Jakarta sebagai tujuan,” kata Denny.

Dari segi pendidikan, sebanyak 78,71 persen pendatang memiliki latar belakang di bawah tingkat SMA. Seiring itu, sekitar 58,96 persen dari mereka dianggap berpenghasilan rendah, yang memperkuat asumsi bahwa sektor informal menjadi tempat utama mereka bekerja.

Kelompok usia produktif juga mencapai 77,84 persen dari total pendatang. Komposisi ini mengindikasikan bahwa Jakarta tetap menjadi magnet bagi tenaga kerja muda. Rasio jenis kelamin pendatang relatif seimbang, dengan 97 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Selain itu, Denny menyoroti kemudahan akses ke layanan publik sebagai alasan utama pendatang tetap memilih Jakarta. Transportasi, kesehatan, dan pendidikan yang terjangkau meningkatkan kenyamanan tinggal di kota tersebut, sehingga memudahkan adaptasi para pendatang.

Perkembangan jumlah pendatang baru menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2022. Pada tahun 2022, ada 27.478 orang, kemudian 25.918 orang di 2023, 16.207 orang di 2024, dan 16.049 orang di 2025. Perubahan ini mencerminkan pergeseran pola migrasi, dengan pendatang kini lebih matang dalam persiapan.

Menurut Denny, para pendatang sekarang datang dengan kepastian pekerjaan, keterampilan yang memadai, serta tempat tinggal yang sudah diatur. “Mereka tidak hanya mengandalkan keragaman peluang, tetapi juga mempertimbangkan faktor stabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, sekitar 21,05 persen pendatang tinggal di RW kumuh atau padat serta area perbatasan Jakarta. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan memperbaiki tata kota. Data ini juga bisa menjadi dasar untuk program pembinaan UMKM dan formalisasi sektor informal.

Dukcapil DKI Jakarta saat ini melakukan pendataan pendatang hingga 30 April 2026. Per 1 April 2026, tercatat 1.776 pendatang baru, terdiri dari 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *