Key Strategy: Kementan Siapkan Irigasi Perpompaan Lamongan, Jaga Pasokan Air Saat Kemarau

Kementan Siapkan Irigasi Perpompaan Lamongan, Jaga Pasokan Air Saat Kemarau

Kementan mengambil inisiatif cepat dalam pemasangan sistem irigasi perpompaan di Lamongan untuk menjaga ketersediaan air pertanian. Langkah ini penting guna mengantisipasi kekeringan dan memastikan produksi pangan tetap stabil menghadapi ancaman fenomena El Nino. Sistem irigasi perpompaan akan segera dipasang, dengan tujuan mengalirkan air ke lahan pertanian secara optimal.

Target Pemenuhan Air Pertanian

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, menegaskan bahwa upaya ini fokus pada efisiensi distribusi air. “Kondisi waduk di Lamongan masih cukup memadai dengan ketinggian air sekitar tiga meter,” ujarnya. Ini memungkinkan Kementan untuk menjamin pasokan air yang cukup bagi para petani.

Menurut Hermanto, fokus utama adalah bagaimana mengalirkan air tersebut secara efektif ke lahan pertanian.

BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur akan dimulai Mei 2026, dengan puncak kekeringan pada Agustus hingga September. Fenomena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan hingga 20–40 persen. Dengan mempersiapkan irigasi perpompaan, Kementan berupaya agar tanaman padi tidak mengalami gagal panen sebelum masa panen Juni mendatang.

Kelebihan Sistem Irigasi Perpompaan

Irigasi perpompaan adalah solusi untuk daerah yang tidak bisa dijangkau oleh irigasi konvensional. Sistem ini menarik air dari sungai, sumur, atau embung, lalu mengalirkannya ke sawah melalui saluran terbuka atau tertutup. Metode ini terbukti efektif untuk lahan dengan ketinggian lebih tinggi dari sumber air, serta memperluas area tanam dan meningkatkan frekuensi panen.

Kepala BPBD Lamongan, Joko Raharto, menyebutkan bahwa 15 kecamatan dan 71 desa akan terdampak kekeringan. Data ini telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk langkah antisipasi. Koordinasi lintas OPD juga dilakukan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, guna memetakan sumber air yang ada. Langkah ini bertujuan mencegah gangguan pada musim tanam kedua.

Kolaborasi Pusat dan Daerah

Sinergi antara Kementan dan Pemerintah Kabupaten Lamongan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga turut menyiapkan ratusan pompa air dan jaringan irigasi tersier untuk mendukung distribusi air. Pemerintah Provinsi Lampung, misalnya, telah menyiapkan 1.222 unit irigasi perpompaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *