Key Strategy: Lampung Selatan Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Pusat PSEL Regional Berkapasitas 1.000 Ton/Hari
Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Lampung Selatan Berjalan Lancar
Kabupaten Lampung Selatan tengah membangun pusat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas 1.000 ton per hari. Lahan seluas 20 hektare sudah disiapkan sebagai lokasi utama proyek strategis ini, yang bertujuan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Lokasi yang dipilih berada di kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung. Pembangunan PSEL di sini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan sampah serta mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih efektif. Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa daerahnya secara aktif terlibat dalam proyek ini sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah lingkungan.
“Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah yang dianggap penting dalam implementasi proyek PSEL,” ujar Bupati Radityo Egi Pratama.
Proyek ini menghadapi tantangan, terutama dalam penerapan teknologi canggih dan kesadaran masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah optimis program ini bisa berjalan optimal. Dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dianggap kunci keberhasilan.
Kabupaten Lampung Selatan saat ini memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Natar dan Kalianda. Kebutuhan distribusi sampah ke berbagai desa dan kelurahan menuntut sistem yang terintegrasi untuk memastikan kelancaran operasional. Sementara itu, Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2026 diterbitkan untuk memperkuat pengelolaan kebersihan berbasis partisipasi masyarakat.
Tantangan utama lainnya adalah memastikan ketersediaan sampah sebagai bahan baku utama. Wilayah yang luas, terdiri dari 256 desa dan 4 kelurahan, memerlukan sistem pengumpulan yang terstruktur. Bupati menggarisbawahi pentingnya perubahan pola hidup masyarakat dalam mendukung program ini.
Pembangunan PSEL dinilai sebagai solusi jangka panjang yang menyatukan lingkungan dan ekonomi. Proyek ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan. Dengan fasilitas modern, daerah ini berharap bisa mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.