Key Strategy: Viral Aksi Pemalak Marak di Tanah Abang, Polisi Angkat Suara

Viral Aksi Pemalak Marak di Tanah Abang, Polisi Angkat Suara

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengungkapkan, timnya sedang menyelidiki untuk menangkap pelaku pemerasan. Aksi premanisme dan pemalakan kembali mendadak menggeliat di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang preman memaksa sopir bajaj memberikan uang sebesar Rp100.000. Jika tidak diberikan, pelaku mengancam akan memukul atau menjeritkan sopir sebagai maling.

“Sopir bajaj juga mengaku, jika tidak menyetorkan uang, mereka sering mendapat ancaman. Mulai dari teriakan maling hingga pemukulan. Meski merasa terluka, para sopir tidak bisa melawan karena lokasi ini merupakan tempat mereka menghidupi kebutuhan sehari-hari,” ujar narasi video dari akun @jakarta.terkini.

Menanggapi kejadian tersebut, Dhimas menyatakan anggota masih mencari pelaku yang diduga melakukan pemalakan. “Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat,” tuturnya saat diwawancara, Minggu (12/4). Ia juga mengungkapkan telah bekerja sama dengan Satpol PP untuk patroli bersama di area rawan pungutan liar (pungli).

Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap tiga orang yang memperdaya pedagang bubur dan warung kopi di Tanah Abang. Ketiga pelaku ditemukan positif mengonsumsi narkotika. Sementara itu, aksi pungli terhadap sopir truk kembali terjadi di Jalan Kebon Melati 1, dengan kelompok yang dipimpin oleh organisasi masyarakat (ormas) meminta uang pembinaan.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ganja 3 kilogram di Tanah Abang. Dalam operasi tersebut, dua tersangka diamankan. Sigit menyebutkan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) digelar secara serentak pada 1 Mei 2025 untuk menangani preman yang berkedok anggota ormas.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum akan terlibat dalam proyek Pembangunan Huntara Senen. Rencananya, 1.000 unit hunian sementara akan disiapkan bagi warga yang tinggal di dekat rel kereta. Tragedi Kebakaran Jakarta Pusat melanda Bendungan Hilir, menewaskan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kronologi lengkap dan penyebab kematian korban bisa disimak.

Seorang pria berinisial AD ditangkap di Koja, Jakarta Utara, atas dugaan aksi bajing loncat yang menyerang sopir truk. Penangkapan terjadi setelah video kejadian viral. Meski korban sudah memberikan uang Rp2 ribu, pelaku menolak dan terus memaksa meminta dana tambahan. Pria yang mengenakan kaos hitam terlihat mendekati korban di lampu merah Pulomas, Jakarta Timur, pada Sabtu (12/7) pukul 23.00 WIB.

Viral video aksi pemalakan terhadap pengendara mobil di lampu merah Pulomas, Jakarta Timur, pada Sabtu (12/7) pukul 23.00 WIB. Selain itu, ada juga video merekam kejadian dua preman di Depok yang mengamuk di warung jamu. Kasus-kasus ini menggambarkan keterus-terangan praktik premanisme di Jakarta, meski kota ini dianugerahkan sebagai tempat teraman kedua di ASEAN oleh Gubernur Pramono Anung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *