Latest Program: Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel Sigap Evakuasi Nelayan Sakit ke Rumah Sakit
Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel Sigap Evakuasi Nelayan Sakit ke Rumah Sakit
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengangkut seorang nelayan yang mengalami kondisi medis kritis menggunakan kendaraan khusus, ambulans apung. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 4 April, di Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. Nelayan bernama Mustofa (44) membutuhkan perawatan intensif karena mengalami sakit perut yang parah.
Evakuasi segera dilakukan setelah bidan setempat melaporkan darurat sekitar pukul 12.00 WIB. Informasi tersebut memicu tim Ditpolairud untuk bergerak cepat, mengangkat korban menggunakan tandu dan membawanya ke speedboat ambulans apung yang sudah dilengkapi fasilitas medis. Prosesnya berjalan lancar, memastikan pasien tiba di rumah sakit di Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Tim kami selalu siaga. Begitu ada laporan, seluruh personel langsung bergerak. Kesehatan masyarakat adalah prioritas, tanpa memandang jarak dan waktu,” kata Kombes Pol Sony Heru Agung Nugroho, Direktur Polairud Polda Sumsel.
Ambulans apung, yang merupakan hasil modifikasi dari kapal patroli Pol V-1027 Upang, menjadi solusi efektif bagi warga di wilayah terpencil yang sulit dijangkau melalui darat. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri yang humanis dan mendukung akses layanan kesehatan.
Ditpolairud Polda Metro Jaya, misalnya, menangani banjir di Kebon Pala, Jakarta Timur, dengan mengevakuasi warga. Sementara Polda Banten memberikan layanan kesehatan gratis dan bantuan evakuasi bagi korban banjir Cilegon. Di Tapanuli Selatan, Brimob Polda Sumut juga menggerakkan operasi evakuasi menggunakan tandu darurat dan mobil taktis.
Proyek ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Polda Sumsel berencana mengembangkan layanan terapung seperti klinik, sebagai langkah lanjutan dalam menjangkau masyarakat pesisir. Inovasi ini tidak hanya mempercepat respons darurat, tetapi juga mencerminkan kehadiran institusi keamanan di setiap situasi kritis.