Latest Program: Bulog Pastikan Keterjangkauan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk Jutaan KPM
Bulog Pastikan Keterjangauan Bantuan Pangan untuk Jutaan KPM
Perum Bulog mengambil langkah tegas untuk memastikan distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dapat menjangkau sejumlah besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam upaya ini, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga akses bantuan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi bantuan dipercepat, khususnya untuk alokasi Februari-Maret 2026, agar kebutuhan pokok warga terpenuhi secara cepat. Langkah nyata ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah. Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita, secara langsung mengawasi proses penyaluran bantuan di lapangan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Monitoring di Wilayah NTB
Kunjungan Febby Novita ke Desa Gili Indah dan Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, bertujuan mengawasi keberhasilan distribusi. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akurasi dalam proses penyaluran kepada KPM. Febby juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mengumpulkan masukan serta memastikan bantuan memberikan dampak nyata.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Febby.
Bantuan yang diberikan mencakup 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Distribusi dilakukan langsung kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP), dengan pendataan dan verifikasi ketat. Penyaluran di Kabupaten Lombok Utara ditujukan kepada 58.996 penerima, dengan 14.736 penerima di Kecamatan Bayan dan 8.950 di Kecamatan Pemenang. Febby menargetkan penyelesaian di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Tanjung dalam minggu ini.
Secara nasional, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan kepada 33.244.408 KPM. Jumlah stok beras mencapai 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter untuk dua bulan distribusi. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp11,92 triliun. Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memproyeksikan penyelesaian distribusi hingga akhir April 2026.
Kolaborasi antara Bulog, aparat desa, dan pemangku kepentingan setempat menjadi kunci kelancaran program. Febby Novita menekankan peran Bulog sebagai pihak yang bertindak di depan untuk menjaga harga dan pasokan pangan. Ketersediaan stok pangan di NTB, menurutnya, dalam kondisi memadai, memungkinkan distribusi berjalan lancar.
Di Jakarta Barat, Perum Bulog berhasil menyalurkan bantuan kepada 3.827 KPM di Kedaung Kaliangke. Upaya ini menunjukkan kemampuan institusi dalam mempercepat distribusi meski menghadapi tantangan administratif. Program Bantuan Pangan Bulog dianggap penting dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat dan menjamin akses terhadap pangan berkualitas.