Latest Program: Katedral Jakarta Ajak Umat Cinta Wastra Nusantara dan Lingkungan di Perayaan Paskah 2026

Perayaan Paskah Katedral Jakarta 2026 Fokus pada Kepedulian Lingkungan dan Wastra Nusantara

Tema perayaan Paskah 2026 di Katedral Jakarta menekankan upaya kepedulian terhadap lingkungan dan kain tradisional Indonesia. Gereja ini mengajak seluruh umat Katolik untuk melibatkan diri dalam pertobatan ekologis serta menjaga keutuhan budaya bangsa. Susyana Suwadie, Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral, menjelaskan bahwa konsep ini selaras dengan visi kelima Keuskupan Agung Jakarta, yang mengutamakan perlindungan alam ciptaan.

Pertobatan Ekologis Sebagai Gerakan Pelestarian

Perayaan Paskah tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga mendorong umat untuk menyadari dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan. Pertobatan ekologis menjadi bagian integral dari ajaran gereja, dengan tujuan mengubah cara berinteraksi dengan alam. Susyana Suwadie menambahkan bahwa langkah ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya dan kekayaan lokal.

“Tema ini menekankan pentingnya pertobatan ekologis, menjadikan bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga kelestariannya,” kata Susyana Suwadie.

Implementasi Ramah Lingkungan dalam Ibadah

Dalam rangkaian ibadah Tri Hari Suci, Katedral Jakarta memperkenalkan praktik daur ulang sampah serta penggunaan material bekas untuk dekorasi. Contoh nyata adalah penggunaan batu-batuan sisa pembangunan di Bukit Golgota, alih-alih membeli bahan baru. Selain itu, sebelum Pekan Suci, gereja menanam 16 pohon palem di sekitar patung Kristus Raja, sebagai bentuk komitmen terhadap penghijauan.

Pelayanan Hibrida dan Fasilitas Parkir

Untuk memastikan aksesibilitas, Katedral Jakarta menyelenggarakan ibadah secara hibrida. Hal ini memungkinkan jemaat lanjut usia atau yang sakit tetap dapat mengikuti perayaan tanpa hadir langsung di gereja. Fasilitas parkir juga diperluas, dengan titik-titik strategis di Masjid Istiqlal, Sekolah Ursula, Kantor Pos, serta Lapangan Banteng. Penataan ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan kenyamanan bagi jemaat yang membawa kendaraan.

Pada Jumat Agung, ibadah dilaksanakan tiga kali, yakni pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB. Setiap sesi dipimpin oleh romo berbeda: Romo Yusuf Edi Mulyono, Romo Makarius Marsono, dan Romo Yohanes Deodatus. Susyana Suwadie mengungkapkan bahwa kursi untuk ibadah pukul 12.00 dan 15.00 sudah terisi penuh, sementara sesi terakhir mungkin masih memiliki ruang.

Dengan persiapan yang matang, Katedral Jakarta berharap umat dapat fokus pada ibadah tanpa terganggu logistik. Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q juga turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Paskah 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *