Latest Program: Kekalahan Persija Jakarta: Kartu Merah Jordi Amat Jadi Pemicu Hilangnya Momentum Kemenangan

Kekalahan Persija Jakarta: Kartu Merah Jordi Amat Jadi Pemicu Hilangnya Momentum Kemenangan

Analisis Kekalahan dalam Pertandingan di Bandarlampung

Persija Jakarta menelan kekalahan saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam pertandingan yang berlangsung di Bandarlampung, Minggu (05/4). Skor akhir 3-2 memicu kekecewaan pelatih Mauricio Souza, yang menyoroti pengaruh kartu merah yang diterima Jordi Amat sebagai faktor kritis. Pemain asing ini mendapatkan kartu merah di menit ke-47, mengubah arah permainan timnya.

“Kehilangan satu pemain di momen krusial membuat segalanya berubah. Kami harus mengubah strategi secara mendadak,” ujar Souza.

Keluhan pelatih asal Brasil tersebut menyoroti perubahan taktik yang terpaksa dilakukan. Persija, yang sebelumnya dominan menyerang, kini terjebak dalam posisi bertahan. Serangan balik menjadi satu-satunya harapan, tetapi tidak cukup untuk mencegah kekalahan. Meskipun ada dua gol cepat dari Rayhan Hanan dan F. Colonego, Bhayangkara mampu membalikkan skor lewat tiga gol tuan rumah.

Pemain Bhayangkara mencetak gol di menit ke-27, 86, dan 94 melalui Muossa Sidibe serta Dandy Sulistyawan. Kekecewaan Souza terlihat jelas, terutama karena timnya gagal mempertahankan dominasi di babak pertama. “Kami bisa mencetak lebih dari satu gol di babak pertama, tapi itu tidak terjadi. Ini hasil yang tidak kami inginkan,” papar pelatih tersebut.

Hasil ini membuat Persija terpental ke peringkat ketiga klasemen Indonesia Super League. Meskipun demikian, Souza tetap optimis. Ia menegaskan bahwa tim akan terus berjuang untuk merebut posisi teratas. “Kami kini tertinggal poin dari dua tim teratas, tapi saya yakin mereka bisa menjadi juara,” tegasnya.

Kritik terhadap Kondisi Stadion dan Faktor Lain

Souza juga mengkritik kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai menghambat permainan. Stadion tersebut tidak mendukung taktik Persija, terlebih lagi tanpa VAR untuk memastikan keputusan wasit. Dalam pertandingan sebelumnya di JIS pada 20 Februari 2026, tim kembali ditahan imbang Borneo FC 2-2.

Di luar pertandingan Persija, pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, menyampaikan keluhan tentang keadilan. Ia merasa wasit kurang tepat dalam mengambil gol Carlos Franca saat melawan Arema FC. Kekalahan melawan Persib juga memicu kritik terhadap Bruno Tubarao, yang diganjar kartu merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *