Latest Program: Pendidikan Era Digital: Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Mandiri di Tangerang

Pendidikan Era Digital: Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Mandiri di Tangerang

Dalam acara yang dihadiri di Tangerang pada hari Minggu, Wakil Wali Kota Maryono Hasan menekankan pentingnya perubahan **pendidikan era digital** sebagai upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri pada siswa, bukan sekadar mentransfer pengetahuan. Menurutnya, transisi ini menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika masa depan yang semakin kompleks.

“Pola pendidikan saat ini harus bergeser dari penyampaian informasi menjadi proses belajar yang mendorong siswa untuk bertanya, berkolaborasi, dan menemukan pengetahuan secara independen,” kata Maryono Hasan.

Di tengah kecepatan digitalisasi, kreativitas anak diperkirakan berkembang alami, sehingga diperlukan dukungan yang kuat agar mereka dapat mengoptimalkan potensi diri. Lingkungan belajar yang inovatif dan fleksibel dianggap sangat vital untuk mewujudkan hal ini. Pemerintah Kota Tangerang (Pemkot Tangerang) berkomitmen mengubah sistem pendidikan dengan menitikberatkan pada penguatan kompetensi guru sebagai investasi utama.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi agen perubahan yang mampu menginspirasi siswa dan menciptakan kelas sebagai ruang eksplorasi ide,” ujarnya.

Perkembangan ini juga menuntut adaptasi paradigma dari semua elemen pendidikan, mulai dari pengambil kebijakan hingga praktisi di lapangan. Dengan kolaborasi yang solid, ekosistem pendidikan dapat mendukung lahirnya individu yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga mampu menghadapi tantangan dan memecahkan masalah secara efektif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menambahkan bahwa keberhasilan transformasi ini bergantung pada sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Peran orang tua sangat krusial, khususnya dalam mengawasi penggunaan teknologi anak. “Dengan pendidikan yang tepat, apa yang dilihat dan dibaca siswa bisa memberikan dampak positif,” jelas Wahyudi.

Regulasi seperti PP Tunas dianggap sebagai salah satu alat untuk mendorong siswa lebih kreatif dan aktif berinteraksi dengan sesama. Kebijakan ini memberikan pengaruh signifikan dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Pemkot Tangerang berharap dengan meningkatkan kompetensi guru, siswa akan memiliki akses yang lebih merata untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya di tengah gempuran informasi digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *