Latest Program: Prabowo Hormati Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Prabowo Memberikan Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Sabtu malam, Presiden Prabowo Subianto hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk menghormati tiga prajurit TNI yang meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Upacara yang berlangsung sederhana namun penuh makna menampilkan kehormatan yang diberikan kepada ketiga pahlawan tersebut.
Prosesi di Terminal 3 VVIP dimulai dengan peti jenazah para prajurit yang diselimuti bendera Merah Putih. Tiga nama yang dihormati adalah Mayor (anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala (anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua (anumerta) Farizal Rhomadhon. Keluarga para korban serta jajaran militer hadir menyaksikan momen ini, yang dianggap sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan mereka.
Presiden Prabowo mengunjungi masing-masing keluarga prajurit, memberikan belasungkawa sambil berinteraksi dengan istri dan orang tua. Sebelum menyampaikan penghormatan, beliau memberikan penghiburan singkat kepada para keluarga. Upacara ini dihadiri oleh pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang menegaskan dukungan pemerintah terhadap operasi perdamaian internasional.
Dua pesawat militer, CN-295 dan C-130J, siap mengangkut jenazah ke Bandung dan Yogyakarta. Setelah upacara penghormatan, jenazah para prajurit diserahkan secara resmi untuk dikremasi atau dimakamkan di kampung halaman. Kehadiran para pejabat menegaskan bahwa repatriasi dilakukan dengan protokol militer penuh, sebagai pengakuan atas jasa dan pengabdian mereka.
Ketiga prajurit gugur dalam insiden terpisah di wilayah Lebanon Selatan. Mereka berpartisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, UNIFIL. Pemerintah Indonesia meminta penyelidikan atas serangan yang menimpa personelnya, menunjukkan komitmen untuk melindungi prajurit di medan internasional. Dalam prosesi ini, para prajurit dinaikkan pangkat secara anumerta, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
Peristiwa ini menyelimuti suasana duka di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Isak tangis keluarga mengiringi kepulangan jenazah, sementara Presiden Prabowo menunjukkan empati yang dalam. Prosesi ini menjadi momen penting bagi bangsa, mengingatkan tentang dedikasi prajurit dalam menjaga perdamaian.