Latest Program: Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi dengan Muhammadiyah dalam Pengelolaan Sampah Terpadu

Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, mengajak organisasi Muhammadiyah untuk bekerja sama dalam proyek pengelolaan sampah terpadu. Inisiatif ini bertujuan membangun solusi lingkungan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Syawalan 1447 Hijriah yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar pada hari Minggu.

Program ini bertujuan mendorong Muhammadiyah menjadi pembina minimal dua lorong sebagai contoh terbaik. Fokus utamanya adalah penerapan teknik pengolahan sampah organik yang inovatif. Dengan pendekatan ini, kota berharap mengatasi masalah lingkungan secara efektif.

“Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendukung sektor pertanian perkotaan atau urban farming. Hasil akhirnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan warga,” ujar Munafri Arifuddin.

Pemerintah Kota Makassar telah mengembangkan metode kompos berbasis rumah tangga dan pemanfaatan maggot sebagai pengurai sampah. Teknik tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi tumpukan limbah dan menciptakan siklus berkelanjutan. Maggot, atau larva lalat, diketahui sangat efektif mengubah sisa makanan menjadi biomassa bernutrisi, yang bisa digunakan sebagai pupuk atau pakan ternak.

Komitmen terhadap Energi Hijau dan Pertumbuhan Ekonomi

Terlepas dari program pengelolaan sampah, Makassar juga sedang menarik investor besar untuk proyek pembangkit listrik yang menggunakan sampah sebagai bahan baku. Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mencari solusi energi bersih.

Dengan penggunaan sampah untuk energi, kota berharap menghadirkan solusi lingkungan yang komprehensif. Selain itu, proyek ini dipercaya mampu mendorong ekonomi daerah melalui pembuatan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

Munafri menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai kemajuan. “Masih banyak tugas yang harus diselesaikan bersama. Tidak ada yang bisa dilakukan sendiri, kecuali dengan kolaborasi,” tuturnya.

Kolaborasi dengan Muhammadiyah juga ditekankan dalam bidang pendidikan dan pengelolaan sampah. Dengan pendekatan ini, Makassar berharap mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pusdal LH-SUMA dari Kementerian Lingkungan Hidup mendesak percepatan upaya pengelolaan sampah, menekankan tanggung jawab unit kerja dan sinergi antarlembaga.

Pemerintah kota juga memanfaatkan kebijakan kerja jarak jauh (WFH) untuk mempercepat implementasi program pengelolaan sampah. Strategi ini diharapkan memberikan dampak positif dalam mengurangi sampah dan memperkuat kemandirian pangan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *