Main Agenda: Wagub Bali: Ketog Semprong Candikuning Sejalan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Perkuat Harmoni

Wagub Bali: Ketog Semprong Candikuning Sejalan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Perkuat Harmoni

Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan penghargaan terhadap acara Ketog Semprong Candikuning, sebuah perayaan Lebaran ketupat yang diadakan oleh masyarakat Muslim di Tabanan, yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam memperkuat harmoni antar agama dan budaya. Acara ini dianggap sebagai simbol dari persatuan dan pelestarian budaya di Pulau Dewata.

Ketog Semprong, yang berarti tumpah ruah dalam bahasa Bali, menjadi ajang silaturahmi besar. Ribuan umat Muslim berkumpul untuk merayakan tradisi yang mencerminkan integrasi budaya. Festival ini diadakan di Kebun Raya Bedugul, sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal yang diwariskan oleh komunitas setempat.

“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai Nangun Sat Kerthi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Candikuning,” kata Wagub Giri Prasta.

Menurutnya, kegiatan tersebut merefleksikan prinsip-prinsip luhur yang terkandung dalam visi pembangunan Bali. Nilai-nilai kerthi, mulai dari Atma hingga Jagat, diwujudkan dalam berbagai tradisi yang hidup berdampingan. Asal-usul nama Bedugul, yang merupakan gabungan dari “bedug” dan “kulkul”, menjadi bukti harmoni yang telah terbangun sejak lama.

Keterlibatan generasi muda dan tua, serta kerja sama antara sektor swasta dan pemerintah, menunjukkan kolaborasi yang solid. Tradisi Lebaran ketupat di Desa Candikuning juga menegaskan semangat menyama braya antara “nyama selam” dan “nyama Bali”.

“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi antar keluarga atau warga, tetapi juga platform untuk mewujudkan janji menjadi realisasi bersama,” tambah Ariel Dimitri Azkacetta, tokoh Kampung Islam Candikuning.

Dukungan Pemprov Bali akan dijaga untuk menjaga kelangsungan acara. Wagub Giri Prasta mengatakan bahwa Ketog Semprong Candikuning akan dimasukkan ke dalam kalender kegiatan tahunan. Selain itu, dana bantuan Rp50 juta juga diserahkan secara langsung untuk memastikan pengembangan lebih lanjut.

Desa Candikuning, yang dikenal sebagai kampung Muslim besar yang berkembang secara turun temurun, berperan penting dalam memperkuat keharmonisan kawasan Bedugul. Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian yang setara, agar warisan budaya dan alam bisa dilestarikan.

Bali, menurut Wagub Giri Prasta, dibangun oleh orang-orang suci. Maka, menjaga keutuhan wilayah ini menjadi tanggung jawab bersama. Ketog Semprong Candikuning menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan dapat menciptakan ruang pertemuan yang bermakna antara masyarakat dan pemimpin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *