Meeting Results: Cerita Anwar Ibrahim soal Kapal Malaysia Akhirnya Boleh Lewat Selat Hormuz

Anwar Ibrahim Ceritakan Kemenangan Diplomasi Malaysia Dengan Iran

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, membagikan pengalaman diplomatiknya dalam sebuah acara di Johor Bahru, Minggu malam. Ia menyatakan bahwa hubungan positif dengan berbagai negara memberikan manfaat besar bagi negara ini. Khususnya, keterbukaan dengan Iran akhirnya memungkinkan kapal minyak Malaysia melewati Selat Hormuz, sesuatu yang sebelumnya terkendala.

Komunikasi Dengan Iran Mengubah Situasi

“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” ujar Anwar Ibrahim.

Kenangan masa lalu menunjukkan bahwa ada pihak yang mengkritiknya karena dianggap terlalu akrab dengan Iran. Mereka khawatir Malaysia tidak menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, negara besar yang menjadi mitra ekonomi penting.

“(Dia bilang) ‘Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran’,” kata Anwar.

Tapi setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, situasi berubah. Pemimpin Iran langsung memberi jaminan keamanan bagi kapal Malaysia, meskipun hanya dalam satu panggilan.

Kemenangan Singkat Tapi Signifikan

“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia’,” terang Anwar.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebutkan bahwa keterbukaan kabinet dan prinsip negara memungkinkan langkah cepat. Meski ada pihak yang pesimis, ia menegaskan bahwa ketersediaan minyak tetap penting, meski harga sedikit meningkat.

“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” tegas Anwar Ibrahim.

Setelah keberhasilan diplomasi, Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa kini Malaysia menjadi pusat koordinasi kemanusiaan regional, sebagaimana disarankan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan isu perbatasan dengan Indonesia melalui dialog.

Langkah Strategis Pemerintah Malaysia

Di samping itu, Anwar Ibrahim memaparkan upaya Malaysia menghadapi dampak krisis Timur Tengah, termasuk pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Keduanya membahas konflik Iran-Israel serta situasi di Palestina, dengan Prabowo menyebut Anwar sebagai sahabat masyarakat Indonesia.

Pemerintah Malaysia juga membentuk Pusat Komando Komunikasi untuk mengelola informasi terkait krisis global, dipimpin Wakil PM Fadillah Yusof. Sementara itu, kebijakan kerja jarak jauh (WFH) mulai berlaku pada 15 April 2026, sebagai langkah adaptasi terhadap dinamika ekonomi dan politik saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *