Meeting Results: Dubes Iran Klaim Kemenangan Perang 40 Hari, AS Terima 10 Tuntutan Gencatan Senjata Teheran
Dubes Iran Klaim Kemenangan Perang 40 Hari, AS Terima 10 Tuntutan Gencatan Senjata Teheran
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah mencapai kemenangan signifikan setelah lebih dari 40 hari berperang melawan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, AS “terpaksa” menerima sepuluh kerangka tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran, menjadi dasar negosiasi selanjutnya. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peluncuran buku di Jakarta, yang dianggap sebagai momen penting bagi negara tersebut.
Kemenangan ini, menurut Boroujerdi, tidak hanya terkait keberhasilan militer, tetapi juga merupakan kemenangan Islam atas musuh-musuhnya. Ia menekankan bahwa Iran berhasil menggagalkan upaya AS dan Israel untuk meluncurkan “perang kilat” dengan target membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Meski menghadapi serangan bertubi-tubi, Iran justru mampu membalas serangan tersebut hingga hari ke-40.
“Iran tidak hanya bertahan, tetapi juga melancarkan serangan efektif yang porak-poranda 17 pangkalan militer gabungan AS-Israel,” ujar Dubes Boroujerdi.
Sistem pertahanan Zionis dianggap berhasil dilumpuhkan oleh serangan balasan Iran. Selain itu, negara tersebut juga mampu menargetkan kota-kota di Israel, menunjukkan presisi dan jangkauan operasi militer mereka. Klaim ini menunjukkan pergeseran dinamika kekuatan di kawasan Timur Tengah yang kompleks.
Penerimaan sepuluh syarat gencatan senjata oleh AS dianggap sebagai indikator keseriusan negara tersebut dalam mencari solusi perdamaian. Namun, Iran menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti dari agresi. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengonfirmasi bahwa kerangka sepuluh poin gencatan senjata yang diajukan Teheran telah diterima sebagai dasar perundingan dengan AS.
Konfirmasi ini dilaporkan oleh kantor berita Anadolu, mengutip media pemerintah Iran pada Jumat (10/4). Takht-Ravanchi menolak gencatan senjata yang hanya memungkinkan lawan mengisi persenjataan kembali. Ia menekankan bahwa Iran menginginkan kesepakatan damai yang berkelanjutan dan substansial.
Salah satu syarat utama yang diajukan Teheran adalah AS harus menghentikan serangan terhadap Iran dan sekutu-sekutunya. Syarat ini dianggap krusial untuk menjaga keamanan regional. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tampil untuk pertama kalinya sejak 19 Juni, sebelum gencatan senjata dalam konflik Iran-Israel tercapai. Kemenangan Iran dalam perang 12 hari antara…