Meeting Results: Timnas Tenis Putri Indonesia Lolos Playoff Kualifikasi Piala BJK Meski Kalah dari Thailand
Timnas Tenis Putri Indonesia Lolos Playoff Kualifikasi Piala BJK Meski Kalah dari Thailand
Tim nasional tenis putri Indonesia mencapai babak playoff kualifikasi Piala BJK setelah meraih hasil yang cukup memuaskan, meskipun mengalami kekalahan 1-2 dari Thailand dalam pertandingan Grup I Asia Oceania. Laga ini berlangsung di New Delhi pada Sabtu, 11 April, dan menjadi penutup fase grup untuk tim Merah Putih. Meskipun tak bisa menang, keberhasilan memperoleh tiket ke babak selanjutnya menunjukkan daya tahan tim.
Dalam pertandingan pertama, Priska Madelyn Nugroho menjadi pemain Indonesia yang bertindak. Namun, ia harus mengundurkan diri setelah unggul 3-2, dengan keputusan itu diambil dalam waktu 25 menit. Kehilangan Priska langsung memberikan keunggulan 1-0 kepada Thailand. Meski demikian, Timnas Indonesia bangkit di nomor tunggal kedua melalui Janice Tjen, yang mengalahkan Anchisa Chanta dengan skor 6-2 dan 6-4 dalam 1 jam 35 menit.
Janice, yang berada di peringkat 41 dunia, tampil dominan menghadapi lawan dari peringkat 442. Kemenangan ini menyamakan skor menjadi 1-1, membuka jalan bagi peluang Indonesia meraih poin penuh. Di babak ganda, Thailand akhirnya memastikan kemenangan 2-1 setelah menaklukkan pasangan Anjali Kirana Junarto dan Meydiana Laviola Reinnamah dengan skor 6-2 dan 6-4.
Secara keseluruhan, Indonesia menjadi pemuncak klasemen Grup I Asia Oceania dengan empat kemenangan dan satu kali kalah. Performa konsisten dalam pertandingan melawan Selandia Baru, Mongolia, dan India membawa mereka ke posisi teratas. Babak playoff kualifikasi Piala BJK dijadwalkan berlangsung November mendatang, yang akan menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan maksimal tim.
Di sisi lain, beberapa tim nasional lainnya juga menghadapi tantangan serupa. Tim Basket Putri Indonesia, misalnya, kalah dari Thailand di SEA Games 2025, mengurangi peluang langsung ke semifinal. Sementara Tim Voli Putri Indonesia harus menerima kekalahan 0-3 di semifinal, tetapi masih bisa berharap medali perunggu. Tim U-22 juga berada dalam situasi sulit setelah kekalahan awal, sementara Tim Bisbol Indonesia menghadapi tantangan di laga pembuka.