New Policy: 12 Desa di Grobogan Kembali Terendam Banjir, Warga Diminta Waspada
12 Desa di Grobogan Kembali Terendam Banjir, Warga Diminta Waspada
Kabupaten Grobogan kembali mengalami bencana banjir akibat hujan deras, dengan 12 desa di empat kecamatan terkena genangan air. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4) malam, setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Banjir mengganggu aktivitas warga dan akses jalan desa, serta menggenangi permukiman. Operator Pusdalop BPBD Grobogan, Muhaimin, menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
“Hujan deras antara pukul 15.00 hingga 16.30 WIB menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis, memicu luapan,” ungkap Muhaimin.
Banjir Grobogan kali ini mengakibatkan ketinggian air bervariasi, antara 10 hingga 60 sentimeter. Meskipun sebagian wilayah mulai surut, BPBD Grobogan terus memantau dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan serta banjir susulan. Empat kecamatan yang terkena, yaitu Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, dan Tegowanu, menjadi fokus perhatian.
Di Kecamatan Kedungjati, luapan Sungai Tuntang menjadi penyebab utama genangan air, mengenai desa Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras. Beberapa rumah warga serta akses jalan desa di Dusun Kranggeneng, Morosempol, Dawung, dan Tonjong terendam. Di Kecamatan Tanggungharjo, Desa Sugihmanik juga terkena luapan Sungai Kliteh, mengakibatkan permukiman di Dusun Randusari, Rejosari, dan Gedangan tergenang.
Situasi serupa terjadi di Kecamatan Gubug, dengan Desa Penadaran menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Banjir melalui aliran air dari hutan ke Sungai Tuntang merendam Dusun Bantengan, Sasak, dan Tegalrejo. Di Kecamatan Tegowanu, Desa Sukorejo dan Tanggirejo mengalami genangan akibat luapan Sungai Renggong serta Sungai Kliteh. Beberapa jalan dusun dan rumah warga di Dusun Kedok Ombo serta Jati tergenang hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, BPBD Grobogan mencatat bahwa sebagian besar daerah kini mulai kering. Beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini dapat dilalui kembali. Namun, BPBD masih memperingatkan risiko hujan yang bisa memicu banjir susulan. Sebelumnya, wilayah ini pernah mengalami banjir parah pada 6 Februari 2026, saat tanggul Sungai Tuntang jebol, memutus akses jalan raya Grobogan-Semarang.
Dalam periode sebelumnya, banjir Grobogan melanda 16 desa di lima kecamatan, menimpa ribuan keluarga. Kini, bencana tersebut mencapai 42 desa di sepuluh kecamatan, mengakibatkan sekitar 9.000 keluarga terdampak dan beberapa tanggul rusak. Informasi tambahan menyebutkan bahwa empat desa di Kabupaten Cirebon juga terkena banjir pada 6 Februari 2026, akibat luapan Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik, merendam ratusan rumah serta fasilitas umum.
Hujan deras juga memicu longsor di Batang, mengenai 13 titik. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara Pemkab Batang tetap siaga menghadapi potensi bencana lanjutan. Bencana longsor lebih sering terjadi di kawasan pegunungan hingga perkotaan.