New Policy: Banjir Grobogan Ganggu Perjalanan KA Jalur Utara, Delapan Kereta Terdampak
Banjir Grobogan Disetujui: Delapan Perjalanan KA Terdampak
Badai banjir di Grobogan menghanyutkan sebagian jalur rel kereta api di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sehingga menyebabkan gangguan pada delapan perjalanan kereta api jalur Utara. PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang melaporkan bahwa kereta api harus diarahkan ke jalur alternatif karena air menggenangi sejumlah bagian rel. Keterlambatan mencapai 15 menit, sementara operasional diatur ulang untuk memastikan keselamatan para penumpang.
Pemicu Banjir dan Kondisi Jalur
Hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari menjadi penyebab utama fenomena alam ini. Curah hujan ekstrem, kombinasi dengan kondisi geografis, mengakibatkan air meluap ke sebagian jalur rel. Genangan air mencapai ketinggian 25 cm di jalur hilir KM 32+7/8 antara Stasiun Karangjati dan Gubug, sehingga jalur tersebut tidak bisa dilewati secara normal.
“Genangan air di jalur hilir KM 32+7/8 antara Karangjati dan Gubug telah surut sejak pukul 07.40 WIB,” kata Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang.
Imbas pada Operasional Kereta Api
Kereta api yang terdampak antara lain KA Kertajaya dan Darmawangsa yang menuju Jakarta, serta KA Gumarang, Jayabaya, Harina, dan Argo Anjasmoro menuju Surabaya. Keterlambatan bervariasi karena setiap kereta harus menunggu giliran untuk melintas melalui jalur hulu yang aman. PT KAI terus berupaya meminimalkan dampak banjir untuk mempercepat pemulihan operasional.
Detail Dampak Banjir
Banjir Grobogan menyentuh 16 desa di lima kecamatan, menimpa 3.176 keluarga dan merusak 11 rumah. Menurut BPBD Grobogan, warga diimbau tetap waspada terhadap ancaman banjir susulan. Dalam laporan BNPB, empat dari 50 desa masih tergenang, tetapi kondisi secara umum mulai terkendali. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melakukan inspeksi langsung ke lokasi tanggul yang jebol untuk memastikan upaya darurat berjalan optimal.
“Kita fokus pada penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan logistik warga, sekaligus merencanakan langkah mitigasi jangka panjang,” jelas Letjen TNI Suharyanto.
Banjir bandang mengenai 42 desa di 10 kecamatan, mengakibatkan sekitar 9.000 keluarga terkena dampak. Pemantauan intensif oleh petugas masih berlangsung untuk memastikan jalur kembali aman. Penyesuaian operasional kereta api diharapkan dapat segera berjalan normal setelah genangan air benar-benar surut.