New Policy: BNN Gianyar Seleksi Duta Antinarkoba dari Pelajar SMP, Perkuat Peran Generasi Muda Lawan Narkoba
BNN Gianyar Tingkatkan Peran Remaja dalam Pencegahan Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar, Bali, melangsungkan seleksi untuk memilih 20 siswa SMP sebagai duta antinarkoba. Tujuan utama program ini adalah membentuk generasi muda yang menjadi penggerak utama dalam kampanye hidup sehat bebas dari penggunaan narkoba. Dari total 66 peserta, hanya 10 laki-laki dan 10 perempuan yang akan terpilih sebagai duta setelah melewati proses seleksi ketat, termasuk ujian pengetahuan umum, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta wawancara mendalam.
Kepala BNN Gianyar, Sudirman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi masa depan anak-anak dari dampak negatif narkotika. “Program ini menegaskan komitmen BNN Gianyar dalam melindungi masa depan anak-anak dari ancaman narkoba,” ujarnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar, I Ketut Mudana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi platform strategis untuk membangun karakter kuat dan kesadaran tinggi di kalangan generasi muda.
Konteks Nasional yang Mendesak
Data survei nasional menunjukkan peningkatan signifikan penggunaan narkoba. Pada tahun 2025, prevalensi diperkirakan mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta orang, naik dari 1,73 persen (3,33 juta jiwa) di tahun 2023. Angka ini menjadi alarm bagi pihak terkait untuk lebih gencar memerangi penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan edukasi sejak dini.
“Pemilihan duta pelajar bersih narkoba ini menjadi wadah krusial untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dan sadar akan bahaya narkoba,” kata Mudana.
Duta yang terpilih nantinya akan berperan sebagai garda depan dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang dampak jangka panjang narkoba. Mereka juga diharapkan mendorong partisipasi aktif rekan sebaya serta memfasilitasi lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari pengaruh negatif. “Keterlibatan generasi muda sangat vital dalam mengubah pola perilaku dan membawa perubahan positif,” tambah Mudana.
Selain Gianyar, BNN NTT juga melakukan pelatihan komprehensif untuk 40 relawan antinarkoba dari TTS dan TTU. Inisiatif ini bertujuan memperkuat peran pemuda dalam pencegahan narkoba serta menciptakan lingkungan bebas dari penggunaan ganja dan bahan-bahan terlarang lainnya. Dengan berbagai upaya ini, BNN berupaya menjaga keberlanjutan pendidikan anti-narkoba di seluruh wilayah Indonesia.