New Policy: Bupati HSU Soroti Peran Vital Panti Asuhan dalam Pencegahan Stunting

Bupati HSU Apresiasi Peran Panti Asuhan dalam Pencegahan Stunting

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, kembali menjadi sorotan karena upaya pencegahan stunting yang melibatkan peran vital panti asuhan. Bupati HSU, Sahrujani, dalam acara halal bihalal dengan pengurus panti se-Kalimantan Selatan di Amuntai, Minggu (12/4), menegaskan bahwa lembaga ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menjamin kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.

Panti Asuhan Sebagai Garda Depan

Panti asuhan dinilai sebagai benteng efektif dalam mencegah stunting sejak dini, karena berperan dalam memberikan lingkungan yang mendukung asupan gizi dan pola asuh optimal. Sahrujani mengapresiasi kerja keras para pengasuh yang tidak hanya menjaga kesejahteraan fisik anak, tetapi juga memberikan pendidikan serta harapan untuk masa depan mereka.

“Para pengurus panti asuhan adalah sosok yang penuh dedikasi dan keikhlasan memberikan kasih sayang, pendidikan, serta harapan bagi anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Sahrujani.

Kolaborasi antara panti asuhan dan pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program pencegahan stunting. Hanafi, Ketua Ikatan Pengurus dan Pengasuh Panti Asuhan (IP3A) Kalsel, menyebutkan bahwa terdapat 74 panti asuhan yang beroperasi di 13 kabupaten dan kota. Ia menambahkan bahwa pengurus harus tetap ikhlas menghadapi tantangan operasional dan pembiayaan pendidikan anak asuh.

Komitmen dalam Membentuk SDM Unggul

Dalam forum tersebut, para pengurus juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menggali solusi bersama mengatasi kendala harian. Semangat kebersamaan dinilai sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas layanan yang diberikan. Pemerintah Kota Singkawang, sebagai contoh, memperkuat Posyandu untuk meningkatkan gizi ibu dan anak serta menekan angka stunting.

Sahrujani menyoroti penurunan stunting HSU yang mencapai 12 persen, mencerminkan upaya positif pemerintah dan masyarakat. Namun, target penurunan 14 persen pada 2024 masih harus dicapai, menurut Wakil Bupati Hero Setiawan. Sementara itu, Tim PKK Kabupaten Kediri terus meningkatkan edukasi tentang pola asuh anak dan peran dokter kandungan dalam menyebarkan pengetahuan stunting.

Stunting tetap menjadi isu kritis yang memerlukan perhatian serius, baik dari panti asuhan maupun institusi terkait. Upaya ini menunjukkan bahwa panti asuhan tidak hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Keberhasilan pencegahan stunting akan menjadi dasar untuk kemajuan generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *