New Policy: Iran Targetkan Pemulihan 80 Persen Kapasitas Kilang Minyak Pasca-Serangan
Iran Targetkan Pemulihan 80 Persen Kapasitas Kilang Minyak Pasca-Serangan
Pasca-serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, Iran telah mengumumkan rencana untuk memulihkan hingga 70-80 persen kapasitas kilang minyak yang rusak dalam waktu satu hingga dua bulan. Target ini menjadi fokus utama negara tersebut untuk memulihkan stabilitas sektor energi. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perminyakan Iran, Mohammad Sadeq Azimifar, yang menegaskan komitmen negara untuk segera memperbaiki fasilitas produksi dan distribusi minyak.
“Kita berupaya keras untuk kembali ke kapasitas normal dalam jangka waktu yang terbatas,” kata Azimifar, yang memberikan pernyataan pada hari Minggu (12/4).
Serangan militer yang terjadi pada 28 Februari lalu merusak infrastruktur vital Iran, termasuk di kawasan Teheran, serta menimbulkan korban sipil. Upaya pemulihan ini diperlukan untuk memastikan pasokan energi domestik tetap stabil. Azimifar menjelaskan bahwa meski 70-80 persen kapasitas akan tercapai dalam waktu singkat, penuhnya restorasi ke level 100 persen akan membutuhkan rencana jangka panjang.
Situasi kritis ini memicu respons dari Iran. Setelah mengalami serangan, negara tersebut melancarkan balasan terhadap target militer Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Eskalasi konflik menunjukkan kompleksitas dinamika ketegangan geopolitik. Namun, dalam upaya meredakan ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata bersama Iran pada Selasa (7/4) lalu, dengan masa berlaku dua minggu.
Perjanjian ini diharapkan memberikan jeda sementara dan mendorong dialog lebih lanjut. Meski bersifat sementara, kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk mencegah konflik meluas. Sementara itu, organisasi energi atom Iran mengonfirmasi serangan tersebut, namun menegaskan tidak ada korban jiwa atau kebocoran radiasi. Peristiwa ini juga memicu kecaman dari Iran atas pelanggaran kedaulatannya.
Kebocoran informasi mengenai gencatan senjata ini didukung oleh beberapa kantor berita internasional, seperti Sputnik/RIA Novosti-OANA. Pemulihan kapasitas kilang minyak Iran tetap menjadi prioritas utama dalam rangka menunjukkan ketahanan nasional. Dalam prosesnya, Iran mengalokasikan tim teknis dan sumber daya besar untuk mempercepat pemulihan fasilitas.