New Policy: Kinerja Gemilang SeaBank: Laba Bersih Melonjak 79 Persen Capai Rp678,4 Miliar di 2025

Kinerja Unggul SeaBank: Laba Bersih Naik 79 Persen ke Rp678,4 Miliar Tahun 2025

PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang mengejutkan pada tahun 2025, mencapai Rp678,4 miliar. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menegaskan strategi bisnis yang berjalan efektif dan peningkatan kepercayaan nasabah di sektor perbankan digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, SeaBank berhasil mempertahankan tren profitabilitas yang stabil. Tahun 2023 mencatatkan laba bersih sebesar Rp241,4 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp269,2 miliar di 2022. Capaian tahun 2025 menjadi bukti bahwa bank digital ini terus memperkuat fondasi keuangan yang solid.

Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga

Capaian finansial SeaBank didukung oleh pertumbuhan aset yang sehat, mencapai Rp44,4 triliun hingga akhir 2025. Total aset naik 28,5 persen secara tahunan, yang selaras dengan ekspansi bisnis perusahaan. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp34,8 triliun, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan SeaBank.

Kepuasan nasabah terlihat dari jumlah pengguna yang mencapai lebih dari 28 juta pada Desember 2025. Aktivitas transaksi harian juga sangat dinamis, dengan lebih dari 12 juta transaksi per hari dan perputaran uang rata-rata melebihi Rp5 triliun setiap hari.

“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank digital SeaBank sebagai solusi keuangan sehari-hari,” ujar Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.

Inovasi untuk Masa Depan

Dalam upaya memperluas akses finansial nasabah, SeaBank berencana meluncurkan fasilitas kartu debit pada tahun ini. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah penggunaan layanan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan alat transaksi fisik. “Kami ingin memastikan kemudahan penggunaan dan kenyamanan dalam berbagai aspek keuangan,” tambah Sasmaya.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) SeaBank mencapai 23,3 persen, yang menunjukkan modal yang memadai. Rasio non-performing loan (NPL) juga tetap terkendali di angka 1,82 persen, mencerminkan manajemen risiko yang baik. Indikator profitabilitas lain seperti Return on Assets (ROA) 2,3 persen dan Return on Equity (ROE) 11,5 persen menegaskan model bisnis yang berkelanjutan.

Di luar SeaBank, beberapa bank lain juga mencatatkan kinerja positif. Super Bank, misalnya, berhasil mencatatkan laba bersih Rp99,68 miliar pada 2025 setelah mengalami kerugian di tahun sebelumnya. Sementara Bank Sumsel Babel mengumpulkan laba bersih hingga Rp521 miliar pada September 2025, didukung oleh kenaikan pendapatan bunga dan ekspansi kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *