New Policy: Pemkot Banjarmasin Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk Efisiensi Energi
Pemkot Banjarmasin Terapkan Sistem Kerja Jarak Jauh Setiap Jumat
Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini menerapkan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan energi di lingkungan pemerintahan, sesuai arahan pemerintah pusat. Dengan mengurangi kehadiran pegawai di kantor, Pemkot Banjarmasin mengharapkan efisiensi yang lebih besar tanpa mengorbankan kinerja.
Realisasi Kebijakan Berdasarkan Instruksi Nasional
Kebijakan WFH di Pemkot Banjarmasin dilakukan secara bertahap, sebagai respons terhadap perintah pemerintah pusat. Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Sahbana, mengungkapkan bahwa kebijakan ini mulai diterapkan sejak beberapa hari lalu. Surat edaran resmi dari Wali Kota Banjarmasin masih dalam tahap finalisasi, yang akan mengatur detail pelaksanaan, termasuk sistem absensi digital dan penilaian kinerja.
Strategi Efisiensi Energi
Penerapan WFH menjadi salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi listrik, air, dan bahan bakar di gedung pemerintahan. Dolly Sahbana menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan target efisiensi energi tercapai. ASN yang tidak terlibat langsung dengan masyarakat diperbolehkan bekerja dari rumah, sementara pejabat struktural seperti eselon II dan III tetap wajib hadir.
Kebijakan Menyeimbangkan Produktivitas dan Layanan Publik
Dengan mengatur hari kerja secara terstruktur, Pemkot Banjarmasin mencoba menjaga kualitas layanan publik. Meskipun efisiensi energi menjadi prioritas, layanan esensial tetap harus berjalan optimal. Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari beberapa daerah lain, seperti Pemkab Bengkayang dan Pemkab Cirebon.
Kebijakan work from home dinilai positif oleh pengamat karena berpotensi menghemat energi hingga 20 persen. Selain itu, kebijakan ini dianggap bisa membantu stabilisasi ekonomi selama situasi global yang tidak menentu.
Pemkot Banjarmasin menyatakan komitmen untuk menyeimbangkan efisiensi dengan kualitas kerja. Sistem evaluasi ASN yang bekerja dari rumah sudah disiapkan agar produktivitas tetap terjaga. Kebijakan ini juga menjadi contoh adaptasi budaya kerja baru di era modern.