Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Area Perkebunan PTPN Cianjur
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Area Perkebunan PTPN Cianjur
Seorang petugas perkebunan menemukan jasad korban saat melakukan inspeksi di area perkebunan. Pria berinisial AS (57) ditemukan meninggal dunia di Perkebunan Pasir Nangka Blok 3, Kampung Sirnagalih, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Mayat korban ditemukan dalam kondisi berdarah dan dikerubungi lalat, dengan luka tembak pada bagian dahi.
“Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, terdapat luka lubang di dahi yang menembus ke kepala belakang,” jelas Kapolsek Sukanagara, AKP Dedi Hasrul Rasid, kepada wartawan pada Sabtu (11/5).
Kapolsek menambahkan, senjata api rakitan berupa cuplis atau dorlok telah diamankan oleh pihak kepolisian. Senjata tersebut ditemukan tidak jauh dari jasad korban. Sementara itu, keluarga korban mengungkapkan bahwa korban sering berburu babi hutan. Mereka menolak autopsi terhadap mayat.
Peristiwa di Pesanggrahan dan Lokasi Lainnya
Korban lain ditemukan di depan perusahaan keramik tempatnya bekerja, di Desa Tanjung Pering, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Senin (17/11) dini hari. Polisi melaporkan bahwa satu pucuk senjata api tanpa izin telah ditemukan di lokasi. Selain itu, di Kecamatan Marusu, video aksi penganiayaan yang viral menunjukkan pria bertopi dan jaket biru mengambil mangkuk lalu membenturkannya hingga pecah.
Aksi ini terjadi di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menimbulkan reaksi dari warga. Dalam penyelidikan, polisi berhasil mengamankan satu pelaku, sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran. Peristiwa ini juga mengguncang kawasan hutan di Muara Payang, Lahat, Sumatera Selatan, pada 3 November 2024. Mayat korban AM (71) ditemukan dengan banyak luka di kepala, serta barang bukti seperti sarung parang dan pisau ditemukan di lokasi.
Kasus Cek Kosong dan Tindak Lanjut
Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus cek kosong senilai Rp2 miliar ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, sebagai tanda dimulainya babak baru dalam penyelidikan dugaan penipuan. Tindakan tersebut terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial, menunjukkan bule melakukan penganiayaan terhadap korban.
Korban yang ditemukan di Jalan Baji Minasa, Kota Makassar, pada Senin (20/11) malam, berada sekitar 5 kilometer dari lokasi awal kejadian setelah pencarian intensif berlangsung hampir 19 jam. Polisi berkomitmen untuk terus mengungkap motif pembunuhan dan penyebab kematian korban, meski keluarga menolak autopsi.