Solving Problems: Investigasi Peluru Nyasar Pasmar 2 di Gresik: Transparansi dan Penanganan Korban Jadi Prioritas

Investigasi Peluru Nyasar Pasmar 2 di Gresik: Transparansi dan Penanganan Korban Jadi Prioritas

Upaya Investigasi dan Transparansi

Pasmar 2 terus menggali penyebab insiden peluru nyasar yang terjadi di sebuah SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, dan menimpa dua anak. Tim marinir berkomitmen untuk menyelidiki secara rinci, melibatkan para ahli serta menjaga komunikasi terbuka dengan korban. Langkah ini bertujuan memastikan proses yang adil dan transparan.

Proses Pemeriksaan Peluru dan Data Teknis

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menyatakan bahwa sebanyak 119 peluru sedang diperiksa. Uji tembak akan dilakukan setelahnya untuk memvalidasi data. “Proses ini penting untuk mengungkap jalur dan jangkauan peluru secara akurat,” katanya. Data teknis dari PT Pindad (Persero) juga diminta guna memperkuat analisis balistik.

Penanganan Korban dan Komunikasi

Selama insiden berlangsung, Pasmar 2 langsung memberikan bantuan medis, pengawasan kesehatan, serta santunan kepada korban Octo melalui ibunya. Ini menunjukkan perhatian terhadap dampak yang dialami korban dan keluarganya. Meski demikian, tim masih terus berkomunikasi dengan korban lain, Ibu Dewi, untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Evaluasi dan Perbaikan Prosedur Latihan

Sebagai langkah pencegahan, Pasmar 2 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar latihan. Evaluasi mencakup aspek keselamatan dan protokol di lapangan tembak TNI AL, yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi. Keterlibatan ahli luar diharapkan memberikan masukan untuk memperbaiki prosedur.

Bersamaan dengan itu, Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal) sedang menangani kasus secara hukum. Pasmar 2 menegaskan kesiapan untuk memenuhi tuntutan hukum yang mungkin diajukan korban. Komunikasi terbuka dan empati menjadi fokus utama untuk membangun kembali kepercayaan serta memastikan penyelesaian yang manusiawi.

“Kita ingin semua temuan didukung bukti teknis yang jelas,” ujar Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *