Special Plan: Antrean Haji Nabire Memanjang, Waktu Tunggu Capai 28 Tahun Akibat Penyesuaian Kuota

Antrean Haji Nabire Memanjang, Waktu Tunggu Capai 28 Tahun Akibat Penyesuaian Kuota

Kementerian Haji dan Umrah Nabire mencatat sekitar 2.000 warga masih menunggu giliran untuk berangkat ke Tanah Suci sejak tahun 2013. Hal ini menyebabkan antrean haji wilayah tersebut mencapai durasi hingga 28 tahun. Jumlah orang yang terdaftar dalam daftar tunggu ini mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat Nabire terhadap ibadah haji.

Menurut Kepala Kantor Kemenhaj Nabire, Putra Aminudin, penyebab utama dari waktu tunggu yang lama adalah pembatasan kuota haji secara nasional. Selain itu, perubahan distribusi kuota antar daerah di Indonesia turut memperpanjang durasi menunggu bagi jemaah dari Nabire. Kebijakan ini bertujuan menyamakan kesempatan antara wilayah-wilayah yang berbeda.

Di tahun 2025, kuota haji untuk Papua adalah 1.080 orang, sehingga waktu tunggu untuk mendapatkan slot haji berkisar antara 25 hingga 26 tahun. Namun, pada 2026, kuota tersebut menurun menjadi 980 jemaah, yang memperkirakan durasi penantian mencapai 28 tahun. Situasi ini menimbulkan tantangan bagi masyarakat yang telah lama bersabar.

“Di Papua antrean masih 25 sampai 28 tahun, sementara di daerah seperti Sulawesi Selatan sudah mencapai 44 tahun. Jadi daerah dengan antrean lebih lama ditambah kuotanya, sedangkan yang lebih pendek disesuaikan,” ujar Putra Aminudin.

Putra Aminudin menjelaskan bahwa penyesuaian kuota haji merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan akses ibadah haji di seluruh Indonesia. Total antrean haji di Papua saat ini mencapai lebih dari 25.000 orang. Dengan kuota sekitar 1.000 jemaah per tahun, durasi menunggu meningkat dari sebelumnya 25 tahun menjadi 28 tahun akibat penurunan jumlah kuota.

Kuota haji nasional pada tahun ini mencapai sekitar 211.000 jemaah, menunjukkan skala pengelolaan ibadah haji yang luas. Meskipun waktu tunggu di Nabire dan Papua tergolong panjang, Putra Aminudin mengimbau masyarakat tetap aktif dalam pendaftaran. Nomor antrean diberikan berdasarkan waktu pendaftaran, sehingga semakin dini seseorang mendaftar, semakin besar peluang mendapatkan kesempatan berangkat.

Ia menekankan bahwa haji adalah rukun Islam kelima yang memiliki nilai penting dalam syariat. Oleh karena itu, persiapan secara finansial dan mental serta pendaftaran sejak awal sangat disarankan bagi umat Muslim yang mampu. Pemerintah terus mencari solusi, termasuk melalui negosiasi dengan Arab Saudi dan penyesuaian kebijakan internal.

Sebagai tambahan, pemerintah Aceh berupaya memastikan ribuan pengungsi korban banjir bandang dapat menempati hunian sementara dan menerima dana tunggu sebelum Lebaran Idul Fitri 1447 H. Ratusan Kepala Keluarga di Nagan Raya, Aceh, kini telah tinggal di tempat pengungsian. Jumlah pengungsi di Aceh dan Sumatera Utara berkurang signifikan akibat percepatan program relokasi.()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *