Special Plan: BBWS Mesuji Sekampung: Irigasi Air Tanah Lampung Jadi Solusi Utama Hadapi El Nino
BBWS Mesuji Sekampung: Irigasi Air Tanah Lampung Jadi Solusi Utama Hadapi El Nino
El Nino berpotensi menyebabkan kekeringan di Lampung. Untuk menghadapi dampak fenomena ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menawarkan solusi alternatif berupa Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Strategi ini bertujuan memastikan ketersediaan air tetap terjaga, terutama di wilayah yang rentan kekeringan.
Menurut Elroy Koyari, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, meski cadangan air tanah Lampung tahunan cukup, musim kemarau ekstrem memerlukan persiapan serius. Oleh karena itu, pembangunan sumur bor menjadi prioritas untuk mengairi lahan pertanian. Sistem JIAT mengandalkan cadangan air tanah saat curah hujan menurun drastis, menjaga pasokan air bagi masyarakat.
“Sumur bor merupakan bagian integral dari JIAT. Ini penting untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi akan mencapai puncaknya September mendatang,” ujar Koyari.
Dari data BBWS, hingga saat ini hanya ada 115 unit sumur bor yang terpasang. Namun, potensi irigasi di Lampung masih besar dan membutuhkan tambahan dukungan. JIAT saat ini mampu mengairi 2.044 hektare lahan, dengan total debit pompa mencapai 217,95 liter per detik.
Di Kabupaten Lampung Selatan, terdapat 74 unit sumur bor yang melayani 1.294 hektare. Debit air pompanya sebesar 108,25 liter per detik. Sementara itu, Lampung Tengah memiliki 11 unit yang melayani 190 hektare, dengan debit 56,44 liter per detik. Lampung Timur menyumbang 27 unit sumur bor, melayani 510 hektare lahan dengan debit 43,36 liter per detik. Pesawaran dan Pringsewu juga aktif mengembangkan JIAT, masing-masing dengan 1 dan 2 unit sumur bor yang mengairi 20 serta 30 hektare.
Beberapa desa yang telah mengajukan usulan termasuk Desa Kelawi, Desa Bakauheni, dan Desa Totoharjo di Lampung Selatan. Di Lampung Timur, Desa Donomulyo dan Desa Catur Swako serta Desa Margo Dadi di Tulang Bawang Barat juga ikut berkontribusi. Desa Lempuyang Bandar, Desa Purna Tunggal, Desa Tanjung Anom, dan Desa Adi Jaya di Lampung Tengah sedang dalam proses pengajuan.
Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan 1.222 unit irigasi perpompaan untuk menghadapi El Nino tahun 2026. Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan perlunya penguatan kesiapan daerah menghadapi ancaman Godzilla El Nino, yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan bencana lain.