Special Plan: Jurus Pertamina Patra Niaga Jaga Ketahanan Energi, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Nusantara

Jurus Pertamina Patra Niaga Jaga Ketahanan Energi, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Nusantara

Pertamina Patra Niaga fokus pada keandalan sistem distribusi energi demi memenuhi kebutuhan warga. Perusahaan ini berkomitmen memastikan pasokan energi nasional tetap stabil, dengan cara menyediakan dan mendistribusikan energi yang andal, aman, serta merata di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga terus menguatkan infrastruktur dan mengamankan keberlanjutan pasokan, terutama LPG, untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

Infrastruktur Strategis STS Kalbut Menjadi Pilar Distribusi

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa keandalan distribusi energi menjadi prioritas perusahaan. “Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus terdistribusi secara merata. Dengan dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/4).

“Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus terdistribusi secara merata. Dengan dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Roberth.

STS Kalbut, yang telah beroperasi sejak tahun 1995 dengan luas area laut mencapai 3,92 km kubik, berperan penting dalam proses transfer LPG dari kapal tanker induk ke kapal-kapal lebih kecil. Fasilitas ini menjadi pusat layanan utama di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur, serta bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi. Fungsi vital STS Kalbut memastikan kelancaran distribusi energi nasional.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa eksistensi STS Kalbut tidak hanya mendukung wilayah Jawa Timur, tetapi juga wilayah lain seperti Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi. “STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia, menjadi tulang punggung suplai LPG,” tambahnya.

Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut bertugas mengirimkan LPG ke beberapa terminal, antara lain Terminal Surabaya, Terminal Tanjungwangi, Terminal Manggis, Terminal Ampenan, dan Terminal Bima. Kapasitas suplai bervariasi, mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton. Pada 8 April 2026, STS Kalbut menerima sandaran kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton, yang kemudian didistribusikan ke berbagai daerah:

  • Gresik dengan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton.
  • Surabaya dengan 8.000 metrik ton, saat ini dalam proses bongkar.
  • Banyuwangi dengan 2.500 metrik ton.

Dengan optimalisasi infrastruktur dan penguatan sistem distribusi, Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG tetap terjaga. Hal ini membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan juga terus memperkuat transformasi bisnis melalui digitalisasi, termasuk meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian ESDM.

Satgas Pangan Polres Situbondo memastikan ketersediaan stok Elpiji 3 Kg di wilayahnya aman terkendali. Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi mendadak (sidak) SPPBE di Kendari untuk mengamankan pasokan LPG setelah puncak konsumsi Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah juga mendorong kilang-kilang dalam negeri meningkatkan produksi elpiji maupun BBM. Konsumsi LPG hingga Februari 2026 mencatatkan kenaikan sekitar 1.000 metrik ton per hari. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran, rencananya diwujudkan dalam revisi Peraturan Pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *