Special Plan: Kekalahan Timnas Putri Indonesia di FIFA Series Women 2026: Takluk 1-7 dari RD Kongo
Kekalahan Timnas Putri Indonesia di FIFA Series Women 2026: Kekurangan Pemain Picu Dominasi RD Kongo
Timnas Putri Indonesia menghadapi kekalahan telak 1-7 saat bermain melawan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dalam pertandingan pembuka FIFA Series Women 2026. Hasil ini menjadi bahan evaluasi krusial bagi skuad Garuda Pertiwi. Pertandingan di Stadion Dragon Solar Park, Ratchaburi, Thailand, berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, dan menandai kiprah awal tim di turnamen tersebut.
Coach Satoru Mochizuki, pelatih baru Timnas Putri, menghadapi tantangan besar dalam mengatur strategi. Meskipun berhasil mencetak gol pertama melalui tendangan penalti di menit ketujuh, Indonesia tidak bisa mempertahankan keunggulan. Claudia Scheunemann menjadi penyerang yang mencetak gol, setelah diberi kesempatan setelah pelanggaran di kotak terlarang pada menit ketiga, yang diperiksa oleh Video Assistant Referee (VAR).
“Safira Ika dianggap melakukan pelanggaran berat saat menjadi pemain terakhir, sehingga dipaksa keluar lapangan,”
Situasi berubah setelah Safira Ika menerima kartu merah di menit ke-45+6. Kejadian ini membuat Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain, memperparah tekanan di babak kedua. RD Kongo, yang unggul dua gol sejak awal, langsung memperbesar keunggulan dengan empat gol tambahan. Massombo Olga, Kanjinga Merveille, Mawete Flavine, dan Feza Jeannette mencatatkan nama mereka di papan skor, memastikan kemenangan 7-1.
Kekalahan berat ini memaksa Timnas Putri Indonesia menyesuaikan target. Dalam jadwal lanjutan, skuad Garuda Pertiwi akan bertemu tim yang kalah dari laga antara Thailand melawan Kaledonia Baru. Pertandingan tersebut berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, dan menjadi kesempatan untuk menunjukkan peningkatan performa. Pelatih Satoru Mochizuki diharapkan bisa memanfaatkan pengalaman dari kekalahan untuk merancang taktik baru.
Pelemparan Gol dan Strategi RD Kongo
Dalam babak pertama, RD Kongo menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola. Merveille Kanjinga mencetak gol penyamaan skor di menit ke-23 melalui sundulan kepala, sementara Mawete Flavine mengubah kedudukan menjadi 2-1 di menit ke-59. Gol ketiga RD Kongo tercipta di menit ke-45+6, ketika Kasaj Mariene dengan tendangan keras menambah keunggulan lawan.
Babak kedua menjadi lebih berat bagi Indonesia. Dengan jumlah pemain berkurang dan defisit skor, RD Kongo semakin leluasa mengembangkan permainan. Empat gol tambahan tercipta dalam 45 menit kedua, yang menegaskan perbedaan kualitas antara kedua tim. Pemain-pemain DR Congo terus menciptakan peluang, sementara Indonesia kesulitan mengembangkan serangan.
Evaluasi dan Harapan di Laga Selanjutnya
Hasil ini memberikan pelajaran berharga bagi Timnas Putri Indonesia. Meski kehilangan satu pemain kunci, tim masih berusaha memperbaiki performa. Pertandingan perebutan tempat ketiga pada 15 April diharapkan menjadi titik balik. Satoru Mochizuki akan mencoba mengoptimalkan strategi, memanfaatkan kekurangan jumlah pemain sebagai pengalaman untuk penyesuaian.