Special Plan: Kolaborasi Lintas Daerah Wujudkan PSEL Sulsel, Ubah Ratusan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
Kolaborasi Lintas Daerah Wujudkan PSEL Sulsel, Ubah Ratusan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sulawesi Selatan berjalan lancar setelah diresmikan. Fasilitas ini bertujuan mengubah sampah dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros menjadi sumber energi. Inisiatif ini menjadi alternatif untuk mengatasi krisis lingkungan akibat penumpukan sampah di wilayah tersebut.
Dengan kapasitas pengolahan hampir 1.000 ton limbah per hari, PSEL diharapkan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang biasanya hanya bertahan sekitar 17 tahun. Kota Makassar menyumbang 800 ton, sementara Gowa dan Maros masing-masing berkontribusi 150 dan 50 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan sampah saat ini hanya mencapai 67 persen, menjadi hambatan utama dalam optimalisasi proyek.
“Timbunan sampah di tiga kabupaten dan kota ini hampir mencapai 2.000 ton per hari,” tegas Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Ia menambahkan bahwa teknologi waste to energy telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109, menjadi solusi cepat untuk mengatasi masalah tersebut.
Kolaborasi lintas daerah ini diawali dengan penandatanganan perjanjian oleh Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar. Fasilitas PSEL dirancang untuk mengurangi timbunan sampah hingga 20 persen setiap hari, dengan proyeksi produksi 20 hingga 25 Megawatt listrik, tergantung kualitas bahan baku.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa pendekatan aglomerasi diterapkan agar penyelesaian sampah tidak bersifat terpisah. “Kerja sama antarwilayah diharapkan memberikan solusi yang lebih menyeluruh,” katanya. Proyek PSEL Sulsel juga menjadi contoh untuk daerah lain dalam manajemen sampah terpadu.
Di luar Sulsel, sejumlah kota dan kabupaten lain seperti Banjarmasin, Banjar, dan Barito Kuala juga menggandeng pemerintah pusat untuk proyek percontohan. Sementara Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang sedang menyiapkan dokumen tender PSEL Tangerang Raya. Proyek ini ditujukan untuk menangani sampah di kawasan perkotaan secara efektif.
Komitmen pemerintah dalam mengatasi sampah terus ditingkatkan, dengan PSEL Semarang Raya sebagai langkah strategis untuk Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Pemerintah Kabupaten Serang pun menunggu rampungnya fasilitas PSEL sebagai bagian dari transisi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular.