Special Plan: Krisis Tepung Gaza Memburuk: Kebutuhan 450 Ton per Hari, Pasokan Jauh di Bawah Standar
Krisis Tepung Gaza Memburuk: Kebutuhan 450 Ton per Hari, Pasokan Jauh di Bawah Standar
Jalur Gaza tengah mengalami kesulitan besar dalam pasokan tepung, dengan kebutuhan harian mencapai sekitar 450 ton. Namun, hanya sekitar 200 ton yang tersedia, yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Pemerintah Gaza melaporkan kondisi kritis ini pada Ahad (12/4), menuduh Israel memperketat kebijakan “kelaparan yang direkayakan” dengan membatasi pengiriman bahan pokok tersebut.
Kebutuhan Tepung yang Meningkat
Krisis tepung di wilayah ini semakin parah setelah beberapa organisasi bantuan internasional mengurangi atau menghentikan operasionalnya. World Central Kitchen (WCK), lembaga amal berbasis di Amerika Serikat, berhenti memberikan dukungan tepungnya, sebelumnya menyediakan 20-30 ton per hari. Program Pangan Dunia (WFP) juga memangkas pasokan dari 300 ton menjadi 200 ton per hari, memberatkan sistem distribusi pangan yang sudah rapuh.
“Kelaparan Lebih Parah Daripada Mendengar Bom, Setiap Hari Selalu Lebih Buruk dari Hari Sebelumnya”
Kontak dengan Kebutuhan Mendesak
Situasi ini memukul sekitar 1,9 juta pengungsi dari total populasi 2,4 juta warga di Gaza. Mereka tinggal dalam kondisi memprihatinkan setelah rumah mereka hancur akibat konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Meski ada kesepakatan gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025, keadaan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Israel disangka menghalangi masuknya bantuan sesuai komitmen, termasuk pangan, medis, dan tempat tinggal.
Perang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai sekitar 172.000 orang. Kerusakan infrastruktur sipil mencapai 90 persen, menghambat pemulihan. Selama dua bulan, Israel memblokade bantuan kemanusiaan, mencegah makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lain masuk ke wilayah tersebut.
Kegiatan warga Palestina yang mengambil makanan di Dapur Amal, Beit Lahiya, pada Senin (28/04/2025) menggambarkan tekanan ekstrem atas akses pangan. Lebih dari dua juta orang di Gaza kini menghadapi kelaparan akut setelah lebih dari 20 bulan konflik antara Israel dan Hamas. Tahun ini, minimal 58 warga Palestina meninggal karena kekurangan gizi, sementara 242 lainnya kehilangan nyawa akibat kekurangan makanan dan obat-obatan. Termasuk 29 anak-anak dan lansia.