Special Plan: Nelayan Asal Maluku Tengah yang Hilang Ditemukan Selamat di Perairan Misol Raja Ampat
Nelayan dari Maluku Tengah Ditemukan Selamat di Perairan Misol Raja Ampat
Seorang nelayan yang hilang kontak beberapa hari lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi aman di sekitar Perairan Pulau Misol, Raja Ampat. Pemukul di daerah tersebut mengungkapkan keberhasilan pencarian berkat kerja sama lintas sektor. Nelayan bernama Roni Fatubun (40), warga Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, kini telah kembali ke daratan setelah menghilang sejak 9 April 2026.
Pelarian Roni bermula dari Pulau Misol menuju Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sesuai rencana yang ditetapkan pada Kamis, 9 April 2026, pukul 15.00 WIT. Ia seharusnya tiba di tujuan pada Jumat, 10 April 2026, tetapi tidak kunjung sampai. Hal ini memicu kekhawatiran dari keluarga dan pihak berwenang, sehingga operasi pencarian langsung diluncurkan.
Pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIT, Roni Fatubun ditemukan oleh warga sekitar Perairan Desa Yelu. Saat itu, ia berada dalam kondisi lemas bersama perahu panjang miliknya. Masyarakat segera memberikan bantuan awal sebelum menyerahkan korban ke Pos Patroli Laut TNI AL di Pulau Misol. Di sana, Roni mendapatkan perawatan medis untuk pemulihan kesehatannya.
“Korban ditemukan dalam kondisi lemas, tetapi selamat. Informasi ini memvalidasi hasil pencarian yang telah dilakukan sebelumnya,”
Operasi SAR yang dimulai dari Unit Siaga SAR Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, menerima laporan hilangnya Roni pada pukul 13.20 WIT dari Kapolsek Wahai. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian menggunakan RIB ke beberapa titik koordinat. Koordinasi dengan pihak keluarga juga berjalan lancar, sehingga Roni dapat dijemput setelah beberapa jam perjalanan kembali ke Dusun Parigi.
Keberhasilan menemukan Roni menunjukkan pentingnya respons cepat dan kolaborasi antara Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat lokal. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengonfirmasi keterlibatan seluruh elemen tersebut dalam operasi penyelamatan. Sinergi antara lembaga pemerintah dan komunitas menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses evakuasi.
Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lintas sektor dapat menyelamatkan nyawa manusia di perairan. Pencarian Roni berlangsung selama dua hari, dengan pihak berwenang terus memantau perkembangan hingga berhasil menemukan korban. Selamat datang kembali, Roni Fatubun, setelah menjalani perjalanan melelahkan di tengah lautan.