Special Plan: Pemkab Badung Perkuat Komitmen Fasilitasi Transportasi Persembahyangan Desa Adat

Pemkab Badung Perkuat Komitmen Fasilitasi Transportasi Persembahyangan Desa Adat

Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mendorong kegiatan ibadah agama dengan memberikan bantuan transportasi bagi desa adat. Langkah ini bertujuan memastikan umat dapat beribadah dengan nyaman dan aman. Sebagai bagian dari program prioritas, Pemkab Badung menyediakan dua armada bus per desa adat yang melaksanakan ritual tirtayatra.

Program fasilitasi transportasi persembahyangan ini diharapkan memudahkan akses masyarakat terutama saat melakukan perjalanan ke pura-pura utama di seluruh Bali. Kebutuhan transportasi menjadi semakin krusial, terlebih dalam upacara seperti Pujawali yang memiliki arti penting dalam tradisi keagamaan. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya yang terus diperkuat.

Komitmen Pemkab Badung dalam mendukung ritual keagamaan diwujudkan melalui penyediaan fasilitas transportasi. Tujuannya adalah memastikan krama desa adat dapat menjalankan ibadah tanpa hambatan dan menjaga keutuhan nilai adat budaya Bali.

Dari jumlah desa adat, empat di antaranya telah resmi mengajukan permohonan bantuan bus. Permohonan ini untuk keperluan tirtayatra ke pura besar, seperti Pura Kahyangan Jagat, Pura Besakih, dan Pura Batur. Pura Besakih dan Pura Batur sedang melaksanakan prosesi sakral yang membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Program ini tidak hanya memberikan kenyamanan beribadah, tetapi juga mempercepat mobilitas krama dalam menjalankan tradisi spiritual. Langkah strategis ini bertujuan mengokohkan pelestarian adat dan budaya lokal. Selain itu, Pemkab Badung bekerja sama dengan Polres dan elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan destinasi wisata dan kenyamanan warga.

Komitmen untuk Pelestarian Budaya

Penyediaan bus per desa adat menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya setempat. Kebudayaan Bali yang luhur semakin dijaga dengan adanya bantuan ini, yang juga meningkatkan daya tarik wisata daerah. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, I Made Widiana, tingginya animo desa adat menunjukkan kebutuhan nyata masyarakat akan dukungan transportasi yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *