Special Plan: Pemkot Jambi Minta Pelaku Usaha Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Jambi untuk Tekan Pengangguran

Pemkot Jambi Dorong Perusahaan Fokus pada Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah Kota Jambi menghimbau perusahaan untuk menempatkan warga setempat sebagai karyawan utama. Inisiatif ini bertujuan mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan tersebut diluncurkan sebagai upaya pemerintah dalam mendukung daya tahan ekonomi daerah.

Diza Hazra Aljosha, Wakil Wali Kota Jambi, menekankan bahwa memprioritaskan penduduk lokal menjadi strategi krusial. Pernyataan ini disampaikan setelah peresmian Genzhi Cafe and Resto di Jelutung, Sabtu lalu. “Keterlibatan pelaku usaha dalam menciptakan lapangan kerja bagi warga Jambi sangat vital,” ujarnya.

“Pelaku usaha harus menjadi mitra dalam mengurangi pengangguran. Langkah ini juga meningkatkan kesejahteraan melalui distribusi pendapatan yang merata,” tambah Diza Hazra Aljosha.

Kota Jambi bergantung pada sektor perdagangan dan jasa sebagai pilar utama perekonomian setempat. Tidak adanya sumber daya alam yang melimpah memaksa pemerintah fokus pada keterlibatan swasta. Dengan memilih tenaga kerja lokal, perusahaan diharapkan menjadi pendorong utama stabilitas ekonomi.

Pemkot Jambi menyambut baik investasi yang masuk, termasuk Genzhi Cafe and Resto. Usaha tersebut dianggap sebagai contoh sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Eva Susanti, pemilik Genzhi, mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. “Kerja sama ini memungkinkan usaha berdiri dan beroperasi untuk masyarakat Jambi,” katanya.

“Eva Susanti juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan saran publik. Ini untuk memperbaiki kualitas layanan dan manfaat bagi warga,” tambahnya.

Dalam upaya ini, Pemkot Jambi meminta perusahaan baru tidak hanya menambah pendapatan daerah. Tapi juga memberikan manfaat luas melalui penggunaan tenaga kerja lokal. Dengan fokus pada warga sekitar lokasi usaha, perusahaan diharapkan bisa menciptakan dampak jangka panjang.

Strategi ini sejalan dengan target lain seperti Kabupaten Kutai Timur yang ingin menyerap 10.000 tenaga kerja setiap tahun. Sementara Pemkot Depok juga sedang gencar menurunkan angka pengangguran melalui pemberdayaan wirausaha. Semua upaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekonomi inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *