Special Plan: Perusahaan Konsumer Otomotif MPMX Catat Pendapatan Rp16 Triliun dan Raup Laba Rp462 Miliar Sepanjang 2025

MPMX Toreh Pendapatan Rp16,2 Triliun dan Laba Bersih Rp462 Miliar Tahun 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan di bidang otomotif dan jasa transportasi, mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun serta laba bersih mencapai Rp462 miliar pada tahun 2025. Capaian ini diraih meski menghadapi tantangan pasar yang berubah cepat, dipengaruhi faktor-faktor makroekonomi seperti tekanan daya beli masyarakat, suku bunga yang relatif tinggi, dan moderasi pertumbuhan konsumsi domestik.

Strategi Penguatan Operasional

CEO MPMX, Suwito Mawarwati, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi momen penting untuk evaluasi strategis, penguatan fondasi operasional, dan peningkatan adaptabilitas organisasi. “Pendapatan tahun 2025 memberikan peluang untuk mengevaluasi rencana jangka panjang, meningkatkan kolaborasi antar unit bisnis, serta memperkuat disiplin pengelolaan biaya dan proses kerja,” katanya seperti dilansir Antara, Minggu (5/4).

Peluang Pertumbuhan di Tahun Depan

“Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring perbaikan konsumsi domestik dan peningkatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, perseroan akan terus fokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan keterlibatan pasar yang berkelanjutan,” tambah Suwito Mawarwati.

Dalam rencana pengembangan, perusahaan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan nilai jangka panjang melalui tata kelola yang baik dan integrasi keberlanjutan dalam operasional. Selain itu, perseroan telah membagikan dividen Rp120 per saham untuk tahun buku 2024 sebagai apresiasi kepada pemegang saham.

Performa Segmen Bisnis

Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan pendapatan Rp15,2 triliun, turun 2% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, bisnis aftermarket suku cadang mengalami peningkatan 3,5% YoY. Di sisi lain, bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit kendaraan, sementara pendapatan dari layanan suku cadang dan perbaikan meningkat hingga 24% YoY.

Segmen asuransi, MPMInsurance, mencatatkan pendapatan Rp927,8 miliar, naik 1,6% YoY, didorong oleh kinerja produk rekayasa dan properti. Pertumbuhan laba bersih mencapai 69,7% YoY, seiring peningkatan pengembalian investasi dari instrumen ekuitas, obligasi, dan reksa dana sebesar 45% YoY.

Di segmen penyewaan, MPMRent mempertahankan jumlah armada stabil di sekitar 15.000 unit dengan utilisasi 92%. Sebagian besar armada berasal dari mobil penumpang, dengan klien utama dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi. Penjualan mobil bekar melalui AUKSI naik 6% YoY menjadi 4.000 unit, terutama dari kendaraan niaga.

Pada sektor jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia terus mengoptimalkan pengendalian risiko, pemulihan, serta efisiensi operasional. Kerugian bersih operasional menurun hingga 53% YoY. Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan pengembalian nilai yang maksimal kepada pemegang saham melalui pembagian dividen secara konsisten.

Komitmen untuk Tahun 2026

Menjelang tahun 2026, MPMX berencana mengarahkan strategi untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. “Kami ingin memperkuat posisi sebagai pelaku industri yang tanggung jawab, sekaligus meningkatkan daya saing melalui inisiatif pengembangan operasional,” ujar Suwito Mawarwati. Laba kotor juga turun 7% YoY menjadi Rp642 miliar.

Ekspansi Cabang AUKSI

Sebagai bagian dari pengembangan bisnis, perusahaan berencana mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent menjadi cabang AUKSI. Inisiatif ini diharapkan memperluas jaringan operasional, meningkatkan volume kendaraan yang dilelang, dan memperkaya partisipasi peserta lelang. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan yang lebih efektif sesuai kebutuhan klien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *