Special Plan: Sri Sultan: Peran Keluarga dan Muslimat NU Kunci Utama Penguatan Nilai Kebangsaan

Sri Sultan Hamengku X: Peran Keluarga dan Muslimat NU Jadi Pilar Utama Kebangsaan

Dalam acara perayaan hari jadi Muslimat NU di Yogyakarta, Minggu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku X menggarisbawahi pentingnya kontribusi keluarga dan organisasi perempuan tersebut dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Sambutan tertulisnya dibacakan oleh Faishol Muslim, kepala Biro Kesra DIY, yang menyoroti peran krusial keluarga dalam membentuk warga negara yang berakhlak mulia dan tangguh. Acara ini dianggap sebagai momentum untuk mengapresiasi peran Muslimat NU dalam membangun moral dan kualitas sosial masyarakat.

Nilai Kebangsaan Mulai dari Rumah

Sri Sultan Hamengku X menyatakan bahwa keluarga merupakan dasar kuat suatu bangsa. Di lingkungan ini, nilai-nilai toleransi, semangat kebangsaan, serta sikap sopan santun diakarankan secara mendalam. Menurutnya, faktor kecil ini sangat menentukan arah masa depan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan global. Pemerintah DIY menilai bahwa dengan fondasi keluarga yang kuat, masyarakat akan menghasilkan individu-individu dengan integritas tinggi.

Peran Muslimat NU dalam Pembangunan Sosial

Keluarga inti menjadi tempat awal pendidikan karakter, termasuk pengarahan tentang modernisasi, budaya gotong royong, dan rasa saling menghormati. Sri Sultan Hamengku X mengharapkan Muslimat NU tetap menjadi penggerak dalam menyebarkan nilai-nilai luhur kebangsaan. Organisasi ini diingatkan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen Terhadap NKRI

Dalam bidang keagamaan, Muslimat NU terus menegaskan prinsip Islam Rahmatan Lil Alamin. Pendekatan ini dinilai mampu memimpin umat menuju harmoni dan toleransi. Sementara itu, di ranah kebangsaan, organisasi ini diharapkan tetap berada di garda depan untuk menjaga persatuan dan kebinekaan. Pemerintah DIY menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Muslimat NU dalam memperkuat NKRI.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya menjaga tradisi kegotongroyongan dan menjaga kemandirian organisasi. Ia juga berharap Muslimat NU terus berupaya menginspirasi peradaban dengan berbagai inisiatif di tingkat masyarakat.

Dengan usia yang memasuki 80 tahun, Muslimat NU diharapkan semakin mampu memberikan manfaat nyata. Kontribusi mereka mencakup layanan kesehatan, pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi. Sri Sultan Hamengku X menyatakan bahwa organisasi ini harus terus berkontribusi untuk umat, bangsa, dan negara secara utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *