Topics Covered: Kepri dan SAAS Pahang Jajaki Kerja Sama Budaya Melayu, Lestarikan Manuskrip dan Bahasa
Kerja Sama Budaya Melayu antara Kepri dan SAAS Pahang Diluncurkan
Pemprov Kepri dan SAAS Pahang Berupaya Lestarikan Warisan Budaya
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dan Universiti Al Quran Al-Sultan Abdullah Ahmad Syah Pahang (SAAS Pahang), Malaysia, telah mengambil langkah awal dalam menggali kerja sama strategis untuk melestarikan kekayaan budaya Melayu. Kemitraan ini bertujuan memperkuat identitas serumpun melalui pengembangan manuskrip dan bahasa, serta menciptakan peluang pendidikan bagi generasi muda Kepri.
Upaya kolaborasi ini difokuskan pada Pulau Penyengat, Tanjungpinang, yang dianggap sebagai pusat penting bagi sastra Melayu. Pertemuan yang dilakukan di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, pada Sabtu, 11 April, menjadi awal dari perjanjian yang akan menjaga keaslian budaya Melayu di tengah dinamika modernisasi.
Penyengat sebagai Simbol Budaya Melayu
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan peran strategis Pulau Penyengat dalam sejarah kebudayaan Melayu. “Pulau ini melahirkan karya-karya besar, termasuk Gurindam Dua Belas yang legendaris oleh Raja Ali Haji,” ujar Ansar. Warisan intelektual dari Kerajaan Riau-Lingga dianggap sebagai fondasi identitas budaya untuk wilayah tersebut.
“Kami sangat terkesima dengan manuskrip yang ada di Pulau Penyengat. Ini adalah khazanah yang luar biasa dan harus terus dijaga serta dikembangkan,”
Naib Canselor SAAS Pahang, Mohd Zawavi Bin Zainal Abidin, mengungkapkan antusiasme terhadap manuskrip bersejarah yang masih terawat di Penyengat. Kunjungan langsung ke pulau tersebut memberikan wawasan mendalam tentang warisan Kerajaan Riau-Lingga.
Monumen Bahasa Indonesia dan Pengembangan Tulisan Jawi
Pemprov Kepri berencana membangun monumen Bahasa Indonesia di Penyengat sebagai simbol sejarah. Monumen ini akan mengabadikan lahirnya bahasa persatuan bangsa dari wilayah bersejarah tersebut. Kolaborasi juga mencakup pengembangan tulisan Jawi, yang menjadi identitas budaya rumpun Melayu di Indonesia dan Malaysia.
Naib Canselor Zawavi menambahkan bahwa upaya ini sangat krusial untuk mempertahankan literasi Melayu klasik maupun modern. Ia berharap generasi muda dapat lebih dekat dengan warisan linguistik mereka melalui inisiatif ini.
Peningkatan SDM dan Pertukaran Budaya
Kerja sama antara Pemprov Kepri dan SAAS Pahang tidak hanya terbatas pada pelestarian manuskrip. Pihak Malaysia juga menawarkan kesempatan pendidikan tinggi bagi putra-putri Kepri. “Kami turut mengundang putra-putri Kepri untuk melanjutkan pendidikan di SAAS Pahang,”
Dengan pertukaran pengetahuan dan budaya, upaya ini diharapkan memperkuat ikatan persaudaraan serumpun melalui jalur pendidikan. Pemprov Kepri menegaskan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kedua negara.