Visit Agenda: Pasmar 2 Pastikan Investigasi Peluru Nyasar di Gresik Transparan dan Berkeadilan

Pasukan Marinir 2 Surabaya berkomitmen penuh mengusut insiden peluru nyasar di Gresik secara transparan, melibatkan ahli, dan memastikan penanganan korban berjalan adil, termasuk uji balistik dan komunikasi intensif. Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya menegaskan komitmennya untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden peluru nyasar yang menimpa dua siswa di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur. Kejadian nahas ini terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, saat para siswa sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolah.

Insiden tersebut diduga berasal dari lapangan tembak TNI AL yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah. Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menyatakan bahwa investigasi akan difokuskan pada uji teknis dan pelibatan ahli independen. Selain itu, komunikasi intensif dengan para korban juga terus diupayakan untuk memastikan penanganan yang transparan dan berkeadilan.

Pihak Pasmar 2 telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal kejadian, termasuk perawatan medis dan pemberian santunan kepada korban. Dua siswa yang menjadi korban dalam insiden ini adalah DF (14) dan RO (15). Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jawa Timur, untuk mendapatkan perawatan intensif setelah kejadian.

Proses hukum juga tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal), menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti kasus ini. Pasmar 2 akan memperkuat investigasi insiden peluru nyasar dengan melibatkan berbagai pihak ahli dan data teknis yang akurat. Uji balistik akan menjadi fokus utama dalam penyelidikan ini untuk menentukan asal-usul peluru.

Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menyebutkan bahwa ada 119 peluru yang akan terus diperiksa dan diuji tembak. Untuk memastikan hasil analisis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, Pasmar 2 akan meminta data teknis dari PT Pindad (Persero). Hal ini bertujuan untuk memperkuat uji balistik dan menghindari pengambilan data yang tidak valid.

Keterlibatan PT Pindad diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai karakteristik peluru dan kemungkinan jangkauannya. Selain itu, Pasmar 2 juga menggandeng sejumlah ahli independen. Para ahli ini akan memberikan pandangan terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan dalam prosedur latihan menembak.

Pendapat dari para ahli diharapkan dapat memberikan perspektif objektif dan komprehensif terhadap insiden ini. Penanganan terhadap korban peluru nyasar menjadi prioritas utama bagi Pasmar 2 sejak awal kejadian. Pihak Pasmar 2 telah memastikan bahwa perawatan medis dan kontrol kesehatan terus diberikan kepada korban.

Salah satu korban, Octo, melalui ibunya, telah menerima seluruh perawatan, kontrol, dan santunan yang diperlukan. Komunikasi dengan korban lainnya juga terus diupayakan untuk mencapai penyelesaian yang terbaik. Pasmar 2 menunjukkan keterbukaan terhadap langkah hukum yang mungkin diambil oleh pihak korban.

Hal ini mencerminkan komitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan memuaskan semua pihak yang terlibat. Di sisi lain, proses hukum terkait insiden ini tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal). Pomal Kodal akan melanjutkan penyelidikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan juga akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pasmar 2 terus melakukan investigasi mendalam terkait insiden peluru nyasar di Gresik, melibatkan ahli dan memastikan komunikasi transparan dengan korban untuk penanganan yang berkeadilan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus memantau proses hukum insiden dugaan peluru nyasar TNI AL yang melukai dua anak di Gresik, Jawa Timur, memastikan keadilan bagi korban.

"Kami sudah mengambil keterangan dari 9 orang, 4 dari anggota Dit Polairud, 3 Masyarakat dan 2 dari pelaku," kata Kabid Propam Polda Sultra, Mochammad Sholeh. Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Danpasmar 2 Mayjen Oni Junianto memperkuat sinergi menjaga kelestarian pesisir Surabaya. Aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bukti komitmen bersama.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan perlindungan anak korban peluru nyasar di Gresik harus menjadi prioritas utama penanganan. Insiden ini melukai dua anak dan membutuhkan pemulihan menyeluruh. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang terluka di bagian paha akibat peluru nyasar saat jam istirahat.

Polisi tengah menyelidiki insiden peluru nyasar ini untuk mengungkap asal tembakan misterius tersebut. Agus menduga korban terkena peluru senapan angin untuk menembak burung. Peristiwa itu dibenarkan Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak.

Pemilik GEM menyadari kejadian ini pada Sabtu, 18 Oktober 2025, saat dia akan mengambil mobilnya yang terparkir. Dia terkejut ketika mendekat. Polisi menduga proyektil senapan angin tersebut digunakan oleh warga yang berburu burung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *