What Happened During: Haru dan Duka Selimuti Repatriasi Tiga Prajurit Perdamaian Indonesia yang Gugur di Lebanon

Haru dan Duka Selimuti Repatriasi Tiga Prajurit Perdamaian Indonesia yang Gugur di Lebanon

Kepulangan tiga prajurit perdamaian Indonesia yang wafat saat menjalankan tugas di Lebanon mengusung suasana penuh keharuan, ditemani penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jakarta, 04/4 – Tiga jenazah prajurit tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu malam, siap dibawa ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.

Penghormatan Militer yang Khidmat

Upacara pelepasan militer di Bandara Soekarno-Hatta menjadi momen berkesan bagi keluarga dan peserta upacara. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, memimpin rangkaian penghormatan yang penuh makna. Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden SBY turut hadir, menunjukkan perhatian negara terhadap kepergian para pahlawan.

“Indonesia telah mengutuk insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa,”

Kematian ketiga prajurit—Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua (Anumerta) Farizal Rhomadhon—terjadi akibat serangan artileri Israel pada akhir Maret di Lebanon Selatan. Serangan tersebut menghancurkan posisi UNIFIL, pasukan perdamaian PBB yang sedang bertugas. Kedua presiden memberikan penghormatan terakhir, dengan SBY mengenakan baret biru khas misi perdamaian.

Setelah upacara, jenazah Muhammad Nur Ichwan dan Farizal Rhomadhon diterbangkan via pesawat C-130J Super Hercules ke Yogyakarta. Mereka akan diserahkan ke keluarga di Magelang dan Kulon Progo. Sementara itu, Zulmi Aditya Iskandar dikirim menggunakan CN-295 ke Bandung, lalu lanjutkan perjalanan ke Cimahi untuk dimakamkan.

Keluarga para prajurit telah bersiap menyambut kedatangan jenazah. Perwakilan keluarga Iskandar, Risman Efendi, menyatakan ruangan khusus telah disiapkan sejak pagi hari di Cimahi. Kematian mereka menjadi bukti nyata dedikasi Indonesia terhadap perdamaian global, sejak 1990-an hingga kini.

Komitmen dalam Perdamaian

Pengorbanan ketiga prajurit tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia menjaga stabilitas internasional. Sebagai kontributor utama bagi misi PBB, negara ini terus menunjukkan peran aktif dalam menciptakan perdamaian di berbagai wilayah. Upacara haru di Bandara Soekarno-Hatta juga mengingatkan kembali peran SBY dalam misi Bosnia dan Herzegovina.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit, menegaskan dukungan terhadap pahlawan bangsa. Haru dan duka menyelimuti bangsa Indonesia, yang tak henti menunjukkan penghargaan terhadap pengorbanan mereka. Seluruh proses repatriasi dilakukan dengan penuh rasa hormat, menggambarkan kepedulian nasional terhadap prajurit yang gugur di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *