Announced: BMKG Kendari: Waspada cuaca ekstrem di darat dan angin kencang di laut
BMKG Kendari: Peringatan Cuaca Ekstrem di Daratan dan Angin Kencang di Perairan
Kendari, Kamis – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari memberikan peringatan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) tentang kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di daratan serta peningkatan kecepatan angin di perairan selama beberapa hari ke depan.
Wilayah Daratan
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari, Faizal Habibie, mengatakan bahwa wilayah yang rentan cuaca buruk meliputi 11 kabupaten dan kota. Ini mencakup Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Muna, Muna Barat, dan Buton Utara.
“Peringatan dini telah dikeluarkan untuk wilayah tersebut, terutama pada masa siang hingga sore hari,” ujarnya.
Kondisi Perairan
Berdasarkan data BMKG, angin di perairan Sultra umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Kecepatannya berkisar antara 2 hingga 15 knot. Namun, ada potensi angin mencapai 20 knot, setara dengan 5 skala Beaufort.
“Angin kencang ini diprediksi berdampak di Teluk Bone, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi,” tambah Faizal Habibie.
Tinggi gelombang di perairan Sultra secara umum masih rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter. Prakiraan cuaca maritim berlaku hingga 12 April 2026. BMKG menyarankan pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk memantau perubahan kondisi angin.
Suhu dan Kelembaban
Dalam hal ini, suhu udara di wilayah Sultra berada dalam rentang 24 hingga 32 derajat Celsius. Sementara kelembaban udara mencapai 60 hingga 95 persen.
Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG. Untuk wilayah daratan, kunjungi cuaca.bmkg.go.id, sedangkan untuk perairan, akses maritim.bmkg.go.id.