BMKG kirim tim ahli survei dampak gempa di Maluku Utara-Sulawesi Utara

BMKG Kirim Tim Ahli Survei Dampak Gempa di Wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengerahkan tim ahli untuk mengevaluasi dampak gempa bumi yang mengguncang kawasan Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) pada hari Kamis pagi. Pelaksana Tugas Direktur Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam konferensi pers di ibu kota, menjelaskan bahwa tim tersebut akan melakukan pemetaan kerusakan serta pemantauan aktivitas gempa susulan selama beberapa hari ke depan.

“Kami di sana melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik,” ujar Triyono.

Pemetaan makroseismik bertujuan mengidentifikasi distribusi kerusakan yang terjadi, sedangkan mikroseismik digunakan untuk memantau gempa-gempa kecil yang kemungkinan berulang. BMKG juga menempatkan alat seismograf portabel di sejumlah titik di Maluku Utara dan sekitarnya untuk memperkuat pengamatan aktivitas seismik.

Data gempa mikro sangat berperan dalam menilai durasi serta kemungkinan selesainya gelombang gempa susulan. “Meskipun tidak selalu menimbulkan dampak besar, gempa kecil ini menjadi indikator kunci dalam menganalisis pola seismik,” tambah Triyono.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik – Geopotensial BMKG, Fakhri, mengingatkan masyarakat terdampak untuk waspada terhadap struktur bangunan. Ia menyarankan warga tidak masuk ke bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan sebelum diverifikasi keamanannya oleh tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi.

Menurut Fakhri, kondisi tersebut penting mengingat wilayah tersebut mencatat 48 gempa susulan hingga pukul 09.50 WIB, dengan intensitas terbesar mencapai 5,5 magnitudo. “Jadi, perlu dilakukan pengecekan terhadap stabilitas bangunan, khususnya jika ada retakan atau tanda-tanda kerusakan,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *