BNPB minta warga tetap waspada meski banjir di Manokwari-Lombok surut

BNPB mengimbau warga tetap berhati-hati meski banjir di Manokwari dan Lombok berangsur surut

Dari Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk terus memantau kondisi cuaca ekstrem, meski banjir di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah mulai mereda. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa BMKG masih mengeluarkan peringatan tentang risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Hal ini disebabkan oleh perubahan musim yang tidak menjamin kestabilan cuaca.

Kondisi cuaca dan kesiapsiagaan masyarakat

Beberapa daerah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak awal April, namun wilayah seperti Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat masih berpotensi mengalami hujan deras. Abdul Muhari meminta pemerintah daerah serta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, termasuk memeriksa tanggul sungai dan membersihkan saluran air secara rutin.

“Kita harus tetap siap menghadapi cuaca ekstrem, karena BMKG menyatakan kondisi cuaca masih bisa memicu banjir kembali,” kata Abdul Muhari.

Pada Selasa (7/4) malam, banjir di Manokwari terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Distrik Manokwari Barat, Manokwari Selatan, dan Masni. Tercatat 30 unit rumah terkena dampak, dengan 30 kepala keluarga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Seiring perlahan kondisi kembali normal pada Rabu (8/4), warga pun kembali ke tempat tinggalnya.

Sementara di Lombok Tengah, banjir juga dilaporkan merendam 34 rumah di Desa Sukarare dan Puyung, Kecamatan Jonggat. Dampaknya mencakup 136 penduduk. BNPB menyebut bahwa banjir di sana telah surut sejak Rabu (8/4) setelah BPBD setempat menyelesaikan penilaian dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *