Historic Moment: BMKG Kotim: Waspadai bencana hidrometeorologi pada pancaroba

BMKG Kotim: Waspadai bencana hidrometeorologi pada pancaroba

Sampit, Kalimantan Tengah – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi selama fase transisi cuaca atau pancaroba pada bulan April hingga Mei 2026. Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo, mengatakan bahwa saat ini kemungkinan besar telah memasuki masa pancaroba, sehingga perlu diantisipasi fenomena cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana.

“Kita kemungkinan besar telah memasuki fase pancaroba, yang berlangsung dari April hingga Mei. Oleh karena itu, masyarakat harus siap menghadapi berbagai efek cuaca yang bisa berdampak negatif,” ujarnya.

Mulyono menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi mencakup peristiwa seperti banjir, longsor, angin puting beliung, serta kekeringan. Fenomena ini terjadi akibat perubahan musim yang menyebabkan ketidakstabilan atmosfer, yang pada gilirannya memicu kondisi cuaca ekstrem. Pada masa transisi ini, wilayah Kotim berpotensi mengalami berbagai ancaman alam yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

BMKG Kotim juga merilis prakiraan awal musim kemarau tahun ini. Wilayah utara Kotim diperkirakan memasuki masa kemarau sejak 1 Juni, kecuali Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut yang diperkirakan lebih lambat, yaitu pada 21 Juni atau dasarian ketiga. Durasi musim kemarau di seluruh daerah tetap diprediksi berakhir pada 30 September.

“Rata-rata, masa kemarau di Kotim dimulai pada Juni dasarian pertama dan berlangsung hingga akhir September. Namun, Teluk Sampit akan mengalami awal musim yang sedikit tertunda, meskipun batas akhir tetap sama,” tambah Mulyono.

Menurut Mulyono, pola iklim 2026 menunjukkan perbedaan dari tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa terdapat indikasi kemunculan fenomena El Nino, yang diharapkan akan memengaruhi kondisi cuaca wilayah tersebut. Prediksi menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih dini dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun lalu.

“Kemarau tahun ini diperkirakan tiba lebih awal, serta durasinya lebih panjang. Selain itu, potensi El Nino lemah hingga moderat bisa terjadi di tengah tahun ini,” kata dia.

Terkait kemungkinan El Nino kuat, Mulyono menyatakan bahwa prediksi saat ini hanya mencakup level menengah. Pihaknya terus memantau perkembangan fenomena ini, karena data terkini menunjukkan bahwa El Nino kini mulai melemah setelah sempat stabil di tingkat moderat. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan dampak yang akan terjadi di wilayah Kotim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *