Latest Program: KLH: Aglomerasi Banjarmasin Raya jadi strategi atasi sampah di Kalsel

KLH: Konsep Banjarmasin Raya Jadi Solusi Pengelolaan Sampah di Kalsel

Proyek pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin mendapat perhatian setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan bahwa Aglomerasi Banjarmasin Raya dianggap sebagai langkah strategis. Langkah ini bertujuan mengurangi masalah sampah melalui teknologi Waste to Energy (WTE) dan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pelaksanaan Kerja Sama di Banjarbaru

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala dilakukan di Banjarbaru, Kamis lalu. Staf Ahli Hubungan Antar-Lembaga KLH, Hanifah Dwi Nirwana, menjelaskan bahwa PKS ini menjadi fondasi untuk mempercepat pembangunan PSEL yang memanfaatkan energi dari WTE. Teknologi ini dikenal ramah lingkungan, dengan proses pembakaran atau gasifikasi yang menghasilkan panas untuk kemudian diubah menjadi listrik.

“PKS ini menjadi dasar penting untuk mempercepat pembangunan PSEL. Dengan pengolahan terpusat, sampah dari tiga wilayah bisa dikelola secara efektif dan menghasilkan energi listrik maksimal,” ujar Hanifah.

Keberlanjutan Melalui Kolaborasi Wilayah

Menurut Hanifah, konsep aglomerasi memungkinkan daerah yang belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) seperti Barito Kuala tetap menggunakan fasilitas modern. Seluruh volume sampah, sekitar 635 ton per hari, akan terakomodasi melalui kerja sama ini. Dari jumlah tersebut, 415 ton berasal dari Kota Banjarmasin, 150 ton dari Kabupaten Banjar, dan 70 ton dari Barito Kuala.

Keterlambatan pengumpulan dokumen pendukung, seperti sertifikat lahan, surat komitmen pemimpin daerah, dan jadwal libur, bisa menghambat progres PSEL. Dokumen ini wajib diselesaikan sebelum PKS disetujui menjadi Keputusan Menteri. Setelah itu, proses verifikasi, studi kelayakan, pemilihan teknologi, dan tender investor akan ditangani oleh Danantara.

Peran Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menegaskan pihak provinsi akan memastikan kerja sama antar daerah berjalan lancar. Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, M Yamin HR, berkomitmen menyediakan lahan 5-6 hektare sebagai lokasi utama proyek. Ia juga menekankan dukungan untuk koordinasi lintas wilayah agar PSEL berbasis WTE berjalan efisien dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *